
Kritik Terbuka Pelatih Timnas Vietnam terhadap Program Naturalisasi
Pelatih Tim Nasional (Timnas) Vietnam, Kim Sang-sik, memberikan pernyataan yang mengejutkan dan cukup pedas mengenai tren naturalisasi pemain di sepak bola Asia Tenggara. Setelah berhasil membawa timnya meraih medali emas SEA Games 2025, ia menegaskan bahwa gelar "Raja ASEAN" sejati tidak bisa diraih hanya melalui program naturalisasi, tetapi harus dibuktikan melalui pembinaan jangka panjang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam konferensi pers resmi yang digelar di Hanoi, Kim secara terbuka menyampaikan tanggapannya terhadap tren negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia yang gencar melakukan naturalisasi pemain demi mengejar prestasi cepat. Ia menekankan bahwa Vietnam tetap setia pada jalur sendiri dengan mengandalkan talenta lokal tanpa bantuan pemain asing.
“Banyak tim saat ini hanya memperkuat diri dengan mengandalkan pemain naturalisasi. Kami (Vietnam) harus memikirkan tujuan yang lebih besar dan visioner,” ujar Kim Sang-sik dalam pernyataannya.
Menurutnya, keberhasilan Vietnam U-22 merebut medali emas tanpa bantuan pemain naturalisasi adalah bukti nyata bahwa kekuatan sepak bola dalam negeri masih unggul di kawasan ini. Ia meyakini bahwa visi sepak bola Vietnam adalah membentuk pemain berkualitas dari akar rumput, bukan sekadar "impor" pemain jadi yang tidak memiliki ikatan emosional kuat dengan pembinaan lokal.
“Vietnam ingin membuktikan bahwa prestasi bisa diraih lewat pembinaan yang berkelanjutan. Kami tidak tertarik terjebak pada solusi instan yang menjadi jalan pintas banyak negara,” tambahnya dengan nada menyindir.
Sikap tegas Kim ini seolah mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya di ASEAN. Ia yakin bahwa ketergantungan pada pemain naturalisasi mungkin bisa meningkatkan kualitas tim dalam jangka pendek, namun akan mematikan motivasi talenta muda asli daerah dalam jangka panjang.
Kemenangan di SEA Games 2025 ini pun dijadikan momentum oleh media dan publik Vietnam untuk mengklaim kembali takhta tertinggi sepak bola Asia Tenggara. Dengan skuat yang murni diisi oleh pemain binaan akademi lokal, Vietnam ingin menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kiblat sepak bola ASEAN yang sesungguhnya di tengah gempuran tren pemain keturunan di negara tetangga.
Alasan Mengapa Vietnam Menolak Naturalisasi
-
Pembinaan Jangka Panjang
Vietnam percaya bahwa kesuksesan sepak bola tidak bisa dicapai hanya dengan membeli pemain. Mereka lebih memilih membangun sistem pembinaan yang matang dan berkelanjutan. -
Mempertahankan Identitas Lokal
Dengan mengandalkan pemain lokal, Vietnam menjaga identitas dan semangat nasional yang kuat dalam tim. Hal ini juga membantu memperkuat hubungan antara pemain dan masyarakat. -
Mendorong Talent Muda
Dengan tidak bergantung pada pemain naturalisasi, Vietnam menciptakan peluang bagi talenta muda lokal untuk berkembang dan berkontribusi dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. -
Membangun Reputasi Sepak Bola yang Berkelanjutan
Dengan fokus pada pembinaan, Vietnam ingin menunjukkan bahwa sepak bola mereka tidak hanya hebat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk masa depan. -
Menjadi Contoh bagi Negara Lain
Perkembangan sepak bola Vietnam bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain di Asia Tenggara yang masih mengandalkan strategi instan.
Momentum Kemenangan di SEA Games 2025
Kemenangan Vietnam di SEA Games 2025 tidak hanya menjadi pencapaian olahraga, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan diri dan kemampuan bangsa dalam menghadapi tantangan sepak bola regional. Dengan skuat yang murni berasal dari akademi lokal, mereka membuktikan bahwa prestasi dapat diraih melalui usaha dan kerja keras, bukan hanya melalui perekrutan pemain asing.
Komentar
Kirim Komentar