Waspadai Banjir dan Longsor, Ini Wilayah Berisiko Hujan Lebat hingga 29 Oktober

Waspadai Banjir dan Longsor, Ini Wilayah Berisiko Hujan Lebat hingga 29 Oktober

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Waspadai Banjir dan Longsor, Ini Wilayah Berisiko Hujan Lebat hingga 29 Oktober tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Tiga Hari Ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca untuk periode 27 hingga 29 Oktober 2025. Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Potensi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG melalui akun resmi InfoBMKG dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu:

  • Waspada: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
  • Siaga: Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
  • Awas: Hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem.

Wilayah dengan status Waspada mencakup sebagian besar provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, hingga Papua.

Sementara itu, beberapa daerah dengan status Siaga antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

BMKG juga menetapkan status Awas untuk sebagian wilayah Jawa Barat, khususnya Sukabumi dan Subang pada tanggal 28 Oktober. Selain potensi hujan ekstrem, peringatan dini angin kencang juga berlaku di wilayah Jawa Barat selama periode tersebut.

Langkah Pemantauan dan Mitigasi Risiko

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem. “Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tulis BMKG, dikutip Senin (27/10).

Masyarakat yang melihat atau terdampak bencana diminta melaporkannya melalui tautan bit.ly/laporbencanabot agar membantu pemantauan dan mitigasi risiko di lapangan. Laporan tersebut akan digunakan sebagai data untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana secara lebih efektif.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk memperhatikan informasi cuaca terkini dari sumber resmi dan menjaga keselamatan diri serta keluarga. Hal ini terutama penting bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng bukit, aliran sungai, atau daerah dataran rendah yang rentan terkena banjir.

Tips untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Untuk meminimalisir risiko dari cuaca ekstrem, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Mempersiapkan perlengkapan darurat: Sediakan makanan, air minum, obat-obatan, dan alat komunikasi.
  • Menghindari area rawan bencana: Jangan berkunjung ke daerah yang berpotensi longsor atau banjir.
  • Memperhatikan perkembangan cuaca: Ikuti informasi dari BMKG atau instansi terkait melalui media sosial, radio, atau televisi.
  • Meningkatkan kewaspadaan: Jika terjadi hujan deras atau angin kencang, segera cari tempat aman dan hindari area terbuka.

Dengan kesiapan dan kesadaran yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terbaru jika diperlukan.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar