Wayang Sasak Menghibur Wisatawan Senggigi dengan Kisah Kembalinya Senyum Dewi Rengganis

Wayang Sasak Menghibur Wisatawan Senggigi dengan Kisah Kembalinya Senyum Dewi Rengganis

Dunia hiburan kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang Wayang Sasak Menghibur Wisatawan Senggigi dengan Kisah Kembalinya Senyum Dewi Rengganis yang ramai dibahas. Cek faktanya.

Pertunjukan Wayang Sasak yang Menggabungkan Tradisi dan Inovasi

Di tengah keindahan alam Lombok, khususnya di Pantai Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah pertunjukan wayang bertajuk “Kembalinya Senyum Dewi Rengganis” digelar. Acara ini menampilkan berbagai elemen budaya lokal yang menghadirkan pesona tradisi yang masih hidup hingga saat ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertunjukan ini diselenggarakan di alun-alun Pertunjukan Pasar Seni Senggigi, yang menjadi tempat yang strategis untuk menampilkan seni dan budaya daerah. Di sini, penonton dari berbagai latar belakang hadir, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, yang tertarik melihat bagaimana budaya lokal dihidupkan kembali dalam bentuk pertunjukan yang menarik.

Ragam kain tenun khas daerah dari Lombok, Samawa, hingga Bima ditampilkan sebagai simbol kekayaan warisan leluhur. Kain-kain ini tidak hanya menjadi pemandangan indah, tetapi juga menjadi pengantar cerita yang akan dipentaskan nanti.

Di sekitar area pertunjukan, para pelaku UMKM tradisional menjajakan kuliner khas Lombok seperti sate bulayak, pelalah, dan pelecing kangkung. Aroma bumbu dan rempah mencampur dengan angin laut menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Kisah Dewi Rengganis dan Tenun yang Hilang

Lakon ini terinspirasi dari cerita Wayang Sasak Haldak Emas. Dikisahkan bahwa Dewi Rengganis, putri Kerajaan Haldak Emas, diliputi kegundahan. Wajahnya murung dan senyumnya sirna karena harta peninggalan leluhur berupa tenun-tenun berharga lenyap entah ke mana.

Tangis sang Dewi terdengar oleh Raden Umar Maye, yang kemudian berjanji akan menemukan kembali harta yang tak ternilai itu. Untuk itulah ia mengutus dua punakawan, WA dan Tol, mencari jejak tenun-tenun yang hilang.

Dalam perjalanan, mereka menemukan kain-kain bermotif tenun tradisional yang telah diolah menjadi berbagai karya busana modern. Namun, kain-kain tersebut hanyalah tiruan. Akhirnya, terungkap bahwa Dewi Rengganis masih menyimpan harta warisan itu di dalam saok, peti penyimpanan kain leluhur yang hanya bisa dibuka dengan mantra bersama.

Ketika peti itu terbuka, kekayaan budaya tersebut masih utuh. Senyum pun kembali merekah di wajah Dewi Rengganis.

Inovasi dalam Pertunjukan Wayang Sasak

Pertunjukan ini tidak sekadar menampilkan wayang kulit biasa. Di atas panggung, tradisi berpadu dengan inovasi. Selain wayang kulit, tampil pula wayang botol, tokoh wayang yang terbuat dari limbah botol plastik. Wayang botol ini lahir dari semangat mencintai lingkungan, mengolah sampah plastik menjadi medium seni yang sarat pesan.

Pendiri Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS), Fitri Rachmawati, menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali ragam seni pertunjukan Sasak kepada publik yang lebih luas.

“Dalam mengembalikan senyum Rengganis ini kami ingin mengenalkan wayang wong Sasak. Selain wayang Sasak, kita punya wayang wong yang ceritanya dari Serat Menak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi menjadi kunci agar wayang tetap relevan di tengah generasi muda. Melalui panggung terbuka Pasar Seni Senggigi, SPWS sekaligus menguji respons publik.

Di bawah langit senja Senggigi, pertunjukan pun berakhir dengan tepuk tangan penonton. Wayang, tenun, dan pesan lingkungan berpadu dalam satu cerita merawat tradisi agar tetap hidup.

Kesimpulan: Nantikan update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk bagikan berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar