WBP Lapas Dharmasraya Ubah Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomis, Siap Bergabung dengan UMKM Binaan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai WBP Lapas Dharmasraya Ubah Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomis, Siap Bergabung dengan UMKM Binaan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
WBP Lapas Dharmasraya Ubah Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomis, Siap Bergabung dengan UMKM Binaan

Kreativitas Warga Binaan Lapas Dharmasraya Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dharmasraya, kreativitas warga binaan menunjukkan potensi luar biasa. Melalui berbagai program pembinaan, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diberdayakan untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai seni dan ekonomi tinggi. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi berbagai barang yang fungsional dan estetis.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program ini dijalankan dengan bimbingan petugas pembinaan yang memberikan pelatihan secara bertahap. Mulai dari pemilahan bahan baku, pemotongan batok kelapa, penghalusan, hingga proses finishing agar produk akhir terlihat menarik dan siap dipasarkan. Dengan pendekatan ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga memperkuat jiwa wirausaha dan kemandirian.

Dari tangan-tangan terampil para WBP, limbah batok kelapa diubah menjadi aneka produk seperti gantungan kunci, asbak, celengan, gelas hias, dan miniatur dekoratif. Selain itu, desain produk terus dikembangkan sesuai tren pasar agar bisa bersaing dengan hasil kerajinan masyarakat umum. Proses ini mencerminkan komitmen Lapas dalam memfasilitasi kreativitas dan pengembangan diri.

Salah satu peserta pelatihan, Gulo, menyampaikan rasa bangga atas partisipasinya dalam kegiatan ini. “Saya baru tahu bahwa batok kelapa bisa diubah menjadi barang yang keren dan bernilai jual. Sekarang saya punya keterampilan baru, dan setelah bebas nanti saya ingin membuka usaha dari hasil belajar di sini,” ujarnya dengan antusias.

Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menciptakan SDM produktif. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti ini menjadi bekal penting bagi warga binaan agar memiliki peluang hidup yang lebih baik setelah keluar dari Lapas.

“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa mereka manfaatkan untuk membangun kehidupan baru setelah keluar dari Lapas. Kerajinan dari batok kelapa ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan kami berjalan. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga mendukung ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM lokal,” kata Ferdika.

Ia menambahkan bahwa seluruh hasil karya warga binaan akan dipromosikan melalui berbagai ajang seperti bazar, pameran UMKM, hingga kolaborasi dengan Forkopimda Dharmasraya. Tujuannya adalah agar produk tersebut bisa masuk dalam jaringan pemasaran lokal bahkan nasional.

Program pembinaan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM setempat. Mereka menilai kegiatan ini selaras dengan semangat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Tidak hanya memberi manfaat finansial, program ini juga membantu membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa percaya diri warga binaan.

Dengan semangat “satu karya, satu harapan”, Lapas Dharmasraya membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk tetap produktif dan berdaya. Dari limbah sederhana seperti batok kelapa, tercipta peluang baru yang dapat menjadi fondasi kehidupan lebih baik bagi para WBP setelah bebas kelak.



Kesimpulan: Semoga informasi mengenai WBP Lapas Dharmasraya Ubah Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomis, Siap Bergabung dengan UMKM Binaan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar