YouTube Perkenalkan Fitur Timer Shorts untuk Batasi Waktu Tonton Video Pendek

YouTube Perkenalkan Fitur Timer Shorts untuk Batasi Waktu Tonton Video Pendek

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada YouTube Perkenalkan Fitur Timer Shorts untuk Batasi Waktu Tonton Video Pendek yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
YouTube Perkenalkan Fitur Timer Shorts untuk Batasi Waktu Tonton Video Pendek

Fitur Timer Shorts Hadir di YouTube untuk Batasi Waktu Menonton Video Pendek

YouTube baru saja meluncurkan fitur baru bernama Timer Shorts yang dirancang untuk membantu pengguna membatasi waktu menonton video pendek. Fitur ini menjadi langkah penting dalam upaya platform video terbesar dunia tersebut mengatasi kebiasaan scrolling berlebihan, yang sering kali ditemukan pada aplikasi seperti TikTok dan Instagram.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berbeda dengan layanan lain yang mendorong pengguna untuk terus menggulir konten, YouTube ingin memberikan kesadaran kepada pengguna agar tidak terlalu lama menonton video pendek. Dengan adanya Timer Shorts, pengguna akan mendapatkan notifikasi otomatis ketika batas tontonan harian yang telah ditentukan tercapai.

Fitur ini sedang digulirkan secara bertahap untuk perangkat ponsel dan tablet. Ketika batas waktu tercapai, akan muncul pop-up kecil di layar yang memberi pengingat bahwa waktu menonton harian sudah terpenuhi. Meskipun demikian, pengguna tetap bisa menutup notifikasi tersebut dan melanjutkan menonton jika diinginkan.

Hingga kini, YouTube belum mengumumkan secara resmi opsi durasi yang bisa diatur. Namun, laporan awal menyebutkan bahwa pengguna dapat menyesuaikan batas waktu sesuai preferensi mereka. Fitur ini pertama kali ditemukan oleh media teknologi Android Authority pada awal 2025 melalui file APK YouTube versi Android. Dalam kode aplikasi tersebut, terdeteksi pengatur waktu khusus untuk video Shorts. Setelah melalui tahap uji coba internal, fitur ini akhirnya resmi dirilis ke publik.

Perbedaan dengan Fitur Take a Break

Sebelumnya, YouTube telah memiliki fitur serupa bernama Take a Break, yang memberikan pengingat kepada pengguna untuk beristirahat setelah menonton selama 15, 30, 60, 90, hingga 180 menit. Bedanya, Take a Break berlaku untuk seluruh video di platform, sementara Timer Shorts hanya berlaku untuk konten di tab Shorts. Dengan demikian, pengguna masih bisa menonton video reguler meski batas waktu Shorts telah terlampaui.

Langkah ini dianggap sebagai upaya YouTube untuk mengurangi fenomena kecanduan menonton video pendek tanpa henti. Namun, hingga saat ini Timer Shorts belum terhubung dengan sistem parental controls. Artinya, orang tua belum bisa mengatur batas waktu tontonan anak melalui akun keluarga.

Dikutip dari TechCrunch, Sabtu (25/10/2025), YouTube menyebutkan dukungan parental controls akan ditambahkan pada tahun depan, 2026. Nantinya, pembatasan waktu yang diatur orang tua tidak akan bisa diabaikan oleh anak-anak, sehingga pengawasan tontonan menjadi lebih efektif.

Keuntungan dan Tantangan dari Timer Shorts

Fitur Timer Shorts menawarkan beberapa keuntungan bagi pengguna. Pertama, pengguna dapat lebih sadar akan waktu yang dihabiskan untuk menonton video pendek. Kedua, pengguna memiliki kendali penuh atas durasi tontonan mereka. Ketiga, fitur ini membantu mengurangi risiko kecanduan terhadap konten video pendek.

Namun, ada juga tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, pengguna mungkin merasa terganggu oleh notifikasi yang muncul secara otomatis. Selain itu, karena fitur ini masih dalam tahap pengembangan, belum semua pengguna mungkin dapat mengaksesnya segera.

Masa Depan Timer Shorts

Dengan adanya Timer Shorts, YouTube menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi penggunanya. Di masa depan, kemungkinan besar fitur ini akan terus dikembangkan dan diperbaiki berdasarkan umpan balik pengguna.

Selain itu, penambahan dukungan parental controls pada tahun 2026 akan membuat fitur ini semakin lengkap dan bermanfaat bagi keluarga. Dengan begitu, orang tua dapat lebih mudah mengawasi aktivitas online anak-anak mereka.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar