
Zona degradasi Super League 2025/26 kembali memanas setelah beberapa pertandingan yang berjalan penuh kontroversi. Pekan ke-15 kompetisi yang digelar pada Selasa (23/12/2025) menunjukkan persaingan sengit, baik di papan atas maupun bawah klasemen.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Di papan atas, Borneo FC terus memimpin dengan keunggulan yang signifikan. Mereka diikuti oleh Persib dan Persija yang saling bersaing untuk posisi kedua. Namun, yang lebih menarik perhatian adalah situasi di empat tim terbawah. Dari empat klub tersebut, hanya satu yang berhasil meraih kemenangan, yaitu Semen Padang saat menghadapi Persija Jakarta.
Pertandingan antara Semen Padang dan Persija berlangsung dalam suasana yang sangat kontroversial. Klub yang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Figo Dennis dan Fabio Calonego harus bermain dengan sembilan orang sejak babak pertama. Hal ini terjadi setelah Figo Dennis diusir keluar lapangan dan Fabio Calonego menyusulnya di masa injury time. Akibatnya, para pemain Persija merasa tidak puas dengan keputusan wasit.
"Kami merasa liga ini memiliki sesuatu yang sangat aneh. Sangat mengecewakan bagi kami," tulis salah satu pemain Persija, Allano Lima, melalui media sosial. Ia juga menyampaikan bahwa para pemain bekerja sangat keras, tetapi wasit justru menjadi bintang malam itu.
Sementara itu, di Yogyakarta, PSBS Biak masih belum memiliki pelatih kepala yang resmi. Setelah Divaldo Alves dipecat pada jeda kompetisi, klub tersebut mengumumkan Agus Sugeng Riyanto sebagai pelatih baru. Namun, dalam pertandingan melawan Bali United, tak ada tanda-tanda kehadiran Agus Sugeng Riyanto. Sebaliknya, pelatih sementara yang bertugas adalah Indra Ramdhani, dengan asisten Kahudi Wahyu yang lebih aktif memberi instruksi di pinggir lapangan.
Akibat ketidakjelasan di kursi pelatih, PSBS kalah telak 0-3 dari Bali United di Stadion Maguwoharjo. Kekalahan ini semakin memperparah posisi mereka di klasemen.
Selain PSBS, klub lain di zona degradasi juga mengalami nasib serupa. Salah satunya adalah Persis Solo yang kalah 5-1 dari Dewa United. Laga tersebut menjadi debut bagi pelatih baru Milomir Seslija, yang diharapkan mampu membawa Persis naik dari dasar klasemen. Namun, hasil yang diperoleh justru mengecewakan.
Di sisi lain, Persijap Jepara berhasil memutus tren kekalahan delapan laga beruntun dengan hasil imbang 1-1 melawan PSIM Jogja. Kini, Persijap dilatih oleh Divaldo Alves, yang sebelumnya sempat dibuang oleh PSBS.
Menurut Footy Rankings, kemenangan Semen Padang atas Persija menjadi kejutan terbesar di pekan ke-15. Peluang Semen Padang untuk selamat meningkat menjadi 22 persen. Sementara itu, empat tim terbawah masih terdiri dari klub-klub yang sama.
Persijap dan Persis Solo menjadi dua klub dengan peluang degradasi terbesar, masing-masing sebesar 82 persen dan 78 persen. Situasi ini menunjukkan bahwa zona degradasi Super League 2025/26 semakin ketat dan sulit untuk dilewati.
Komentar
Kirim Komentar