
Pemerintah Arab Saudi Perketat Syarat Kesehatan Jemaah Haji 2026
Menjelang musim haji 2026, pemerintah Arab Saudi mengambil langkah lebih ketat dalam menetapkan syarat kesehatan bagi jemaah. Aturan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa hanya jemaah yang layak dan sehat yang dapat melakukan ibadah haji. Mereka yang tidak memenuhi kriteria kesehatan akan langsung ditolak tanpa adanya toleransi.
Selain itu, jemaah yang terdeteksi tidak layak saat tiba di bandara Arab Saudi berpotensi langsung dipulangkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mencegah risiko kesehatan selama proses perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hary Novian, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons atas beberapa peristiwa pada musim haji sebelumnya. Salah satunya adalah adanya jemaah yang meninggal dunia di pesawat sebelum mendarat di Madinah.
Karena itu, tahun ini pemeriksaan kesehatan akan diperketat. Jika hasilnya menunjukkan bahwa seseorang tidak layak berangkat, jemaah tidak boleh memaksa untuk tetap berangkat, ujar Boy, Minggu (26/10/2025).
Boy menuturkan bahwa pihaknya memahami tekad besar dari sebagian jemaah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatan seseorang bisa berubah sejak masa pendaftaran hingga keberangkatan.
Nah, hal-hal seperti ini yang ingin kami minimalisir. Kami berharap jemaah bisa benar-benar mempersiapkan diri, terutama dari sisi fisik dan kesehatan, tambahnya.
Pemeriksaan Kesehatan yang Lebih Ketat
Ia mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di Indonesia. Setibanya di Arab Saudi, otoritas setempat juga akan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh jemaah.
Kalau ternyata di sana dinyatakan tidak sehat dan tidak layak untuk beribadah, maka jemaah akan langsung dipulangkan. Lebih baik pemeriksaan maksimal dilakukan sejak di tanah air agar tidak ada masalah di kemudian hari, jelas Boy.
Sementara itu, Jawa Barat telah memulai sejumlah tahapan persiapan untuk menghadapi musim haji 2026. Proses ini mencakup pendataan calon jemaah, pembuatan paspor, hingga proses biovisa. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Adapun kuota jemaah asal Jawa Barat diperkirakan mencapai sekitar 29 ribu orang, sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Persiapan dan Sosialisasi yang Menyeluruh
Terkait syarat istithaah kesehatan yang lebih ketat ini, Boy memastikan bahwa keputusan akhir tetap akan melalui mekanisme pemeriksaan menyeluruh dan transparan.
Semua jemaah akan menjalani pemeriksaan lebih awal, termasuk medical check up, agar kondisi kesehatannya terpantau. Kalau ada yang perlu pengobatan, masih ada waktu untuk menanganinya. Kami pun akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar pelaksanaannya lebih optimal, sekaligus melakukan sosialisasi supaya jemaah benar-benar memahami kebijakan ini, ujarnya.
Komentar
Kirim Komentar