
Kekalahan Liverpool yang Mengecewakan
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menyatakan bahwa kekalahan 2-3 timnya dari Brentford merupakan salah satu hasil paling mengecewakan selama ia menjabat di Merseyside. Dengan hasil ini, Liverpool kini mengalami kekalahan liga keempat berturut-turut di Stadion Gtech Community, yang membuat mereka terjun ke posisi keenam klasemen Liga Inggris. Ini menjadi salah satu performa terburuk The Reds dalam kompetisi domestik sejak Februari 2021.
Brentford berhasil mencetak gol pertama melalui Dango Ouattara dan Kevin Schade, yang membuat mereka unggul 2-0. Namun, Milos Kerkez berhasil memperkecil ketertinggalan Liverpool dengan golnya di masa injury time babak pertama, memberi harapan bagi timnya untuk bangkit. Di babak kedua, penalti yang dieksekusi Igor Thiago mengembalikan kendali permainan kepada Brentford, meskipun Mohamed Salah berhasil mencetak gol spektakuler di menit ke-89, namun itu terlambat untuk mengubah hasil akhir.
Dengan tambahan waktu 11 menit, Liverpool berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, tetapi semua usaha mereka sia-sia. Kekalahan ini membuat mereka kini tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Saat ini, Liverpool telah menorehkan jumlah kekalahan yang sama dalam musim ini seperti total kekalahan mereka di seluruh musim lalu, yang membuat pelatih asal Belanda itu merasa kurang bersemangat saat menghadiri konferensi pers setelah pertandingan.
"Saya pikir kekalahan ini termasuk yang paling mengecewakan selama saya di sini," ungkap Slot ketika ditanya tentang hasil ini. "Setelah 30 menit, saya pikir (Brentford) kembali mendominasi pertandingan dengan lemparan-lemparan (umpan) panjang, bola mati, dan momen-momen lain di mana mereka bermain sangat baik."
Rekor yang Mengkhawatirkan
Dengan kekalahan ini, Liverpool menjadi juara bertahan keempat yang mengalami kekalahan dalam empat pertandingan berturut-turut, yang menyamai rekor terburuk klub di era Liga Primer. Sebelumnya, mereka telah kalah dari Crystal Palace, Chelsea, dan Manchester United.
"Anda tidak bisa membandingkan semuanya, yang paling mengkhawatirkan adalah Anda kalah empat kali berturut-turut. Jadi, hasilnya selalu penting. Menurut saya, hari ini adalah yang terburuk dari keempat kekalahan yang kami alami," tambah Slot.
"Saya pikir kami tidak melakukan hal-hal mendasar dengan benar, terutama di babak pertama dan juga di beberapa bagian babak kedua. Saya pikir mereka (Brentford) memenangkan lebih banyak duel, mereka memenangkan lebih banyak bola kedua daripada kami."
Kritik terhadap Keputusan Wasit
Meskipun kecewa dengan penampilan timnya, Slot juga tidak senang dengan dua keputusan wasit yang krusial. Gol kedua Brentford terjadi beberapa saat setelah Cody Gakpo mendapat tekel dari Nathan Collins di kotak penalti. Tuan rumah kemudian mendapat hadiah penalti kontroversial di babak kedua ketika VAR memutuskan Virgil van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Ouattara di dalam kotak penalti, dan Thiago sukses mengeksekusi tendangan penalti.
"Tepat sebelum mereka mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 2-0, ada momen di mana Cody menggiring bola ke dalam kotak penalti dan mereka tidak memainkan (merebut) bola (dengan baik)," kata Slot.
"Saya pikir jika Anda menunjukkan kedua situasi tersebut, penalti yang kami terima dan momen itu (tekel kepada Gakpo) dan Anda menunjukkannya kepada setiap wasit di dunia, dia akan memberi tahu mungkin keduanya (salah). Tapi jika saya harus memberikan salah satu dari keduanya, saya pasti akan memberikan yang satu kepada Cody. Tapi ya, nasib buruk bagi kami. Apakah itu (salah) wasit? Saya rasa dia tidak bermaksud memberikan penalti untuk itu."
"Tapi dia berpikir: 'Oh, mari kita beri dia tendangan bebas.' Tapi kemudian VAR mengatakan itu di dalam. Jadi jika Anda pikir itu tendangan bebas, maka itu penalti, jadi nasib buruk itu mungkin datang ketika bermain sepak bola seperti yang kami lakukan hari ini," tutup Slot.
Komentar
Kirim Komentar