
Kematian Atlet Bulu Tangkis Indramayu Mengundang Kekecewaan dan Dugaan Kecelakaan yang Tidak Biasa
Kematian Ainun Al Munawar, atlet bulu tangkis muda asal Kabupaten Indramayu, kini menjadi perhatian besar masyarakat. Awalnya, kecelakaan yang menimpa Ainun dianggap sebagai kejadian biasa. Namun, kini muncul dugaan bahwa korban justru dibunuh oleh pihak lain.
Dugaan Pembunuhan Membuat Pihak Berwenang Bertindak
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkapkan bahwa ia awalnya percaya kecelakaan itu murni. Namun, setelah mendiskusikan dengan keluarga korban, ia mulai meragukan hal tersebut.
"Saya pikir kecelakaan, tapi ternyata ini lebih dari itu. Jadi kita kehilangan putra Indramayu yang sangat luar biasa," ujar Lucky melalui akun media sosialnya.
Menurut informasi yang didapatkan, Ainun diduga dicelakai oleh sekelompok remaja. Ada beberapa saksi yang menyaksikan kejadian tersebut. Selain itu, mobil yang menabrak Ainun juga kabur dari tempat kejadian.
Lucky mengatakan bahwa pihaknya akan segera bertindak. Mulai Senin besok, mereka akan memanggil saksi-saksi untuk memberikan kesaksian. Setelah itu, laporan akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Kita akan sisir CCTV di jalan yang dilewati mobil tersebut," katanya.
Ultimatum untuk Pelaku
Lucky juga mengeluarkan ultimatum kepada pelaku kejahatan. Ia meminta para pelaku segera menyerahkan diri sebelum diamankan paksa.
"Siapa pun yang mencelakai Ainun kemarin, segera menyerahkan diri. Ini dugaan anak SMP yang kemarin diduga menendang motornya. Segera menyerahkan diri, karena pasti akan ditangkap," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja. "Ini sudah pembunuhan."
Profil Ainun: Atlet dan Pelajar yang Hebat
Ainun Al Munawar meninggal dunia dalam kecelakaan motor di Jalan Raya Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Kepergian Ainun meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama ibunya, Tarilah.
Mimi sayang banget sama Ainun, kata Tarilah.
Ainun adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Ayahnya, Dadi, telah meninggal. Saat ini, Ainun duduk di kelas sembilan SMPN Unggulan Sindang.
Tarilah masih tidak percaya bahwa anak bungsunya yang dikenal rajin dan pintar telah tiada. Bahkan, sekitar sebulan lagi, Ainun dijadwalkan mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang bulu tangkis.
Bangga banget sama Ainun, meski dari kampung tapi dia bisa mengalahkan lawan-lawannya dari mana-mana, ujarnya.
Ainun juga dikenal mandiri. Meskipun masih SMP, ia mampu mencari uang jajan sendiri dengan melatih anak-anak bulu tangkis di beberapa sekolah.
Ainun sering melatih bulu tangkis juga, dari situ suka dapat tips, ya buat jajannya sendiri, kata Tarilah.
Selain berprestasi di olahraga, Ainun juga unggul secara akademis. Sejak SD, ia kerap juara kelas dan tetap mempertahankan prestasinya di SMP meski sibuk berlatih.
Kakak pertama Ainun, Hari (33), juga bangga atas prestasi sang adik. Ia menunjukkan deretan trofi dan medali yang dikumpulkan Ainun sejak SD.
Bakat adik saya di bulu tangkis itu dari SD juga sudah kelihatan, ujar Hari.
Menurut Hari, salah satu impian besar Ainun adalah bisa masuk Pelatnas dan menjadi pebulutangkis profesional hingga tingkat internasional.
Dulu pernah cerita, dia pengen banget masuk ke Pelatnas, kata Hari.
Komentar
Kirim Komentar