Banjir 70 Cm Lumpuhkan Jalur Pantura, Ribuan Warga Terjebak

Banjir 70 Cm Lumpuhkan Jalur Pantura, Ribuan Warga Terjebak

Banjir 70 Cm Lumpuhkan Jalur Pantura, Ribuan Warga Terjebak

Banjir Meluas di Semarang, Genangan Air Mengganggu Lalu Lintas

Hujan deras yang terus mengguyur Kota Semarang selama dua hari terakhir menyebabkan banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Gayamsari dan Genuk. Pada Kamis (24/10), kondisi tersebut masih terjadi dan menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat dan infrastruktur.

Advertisement

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa genangan air masih menutupi ruas Jalan Kaligawe, yang merupakan jalur utama pantura yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Menurutnya, ketinggian air mencapai 70 cm, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melalui jalur tersebut.

Masih tergenang, ketinggian sampai 70 cm, ujarnya.

Akibat dari genangan air ini, arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami kemacetan parah. Banyak kendaraan yang harus antre panjang karena tidak bisa melewati jalan yang tergenang. Hal ini juga memengaruhi aktivitas warga sekitar yang terbiasa menggunakan jalur tersebut setiap hari.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari, AKP Yuna Ahadiyah, mengungkapkan bahwa wilayah dengan genangan paling parah berada di Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo. Ia menyebutkan bahwa sekitar tiga ribu jiwa warga Tambakrejo terdampak oleh banjir tersebut.

Ada sekitar tiga ribu jiwa warga Tambakrejo yang terdampak banjir, katanya.

Menurut informasi yang diperoleh, air yang merendam permukiman warga mencapai ketinggian antara 20 hingga 30 sentimeter. Sementara itu, di Jalan Raya Kaligawe yang termasuk wilayah Gayamsari, genangan air mencapai sekitar 70 sentimeter. Hal ini membuat beberapa rumah warga terpaksa ditinggalkan sementara waktu.

Upaya Penanganan oleh Pihak Berwenang

Untuk membantu warga yang terkena dampak banjir, pihak kepolisian telah menyiapkan dapur umum. Dapur umum ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi rawan banjir guna memastikan keselamatan warga.

Selain itu, beberapa posko bantuan juga telah dibuka di sejumlah titik untuk memberikan perlindungan dan kebutuhan dasar bagi warga yang terkena banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari daerah yang masih tergenang air.

Dampak Banjir pada Kehidupan Sehari-hari

Banjir yang terjadi di wilayah Gayamsari dan Genuk tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Sekolah-sekolah di sekitar daerah terdampak juga terpaksa ditutup sementara. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar anak-anak tidak terkena risiko kecelakaan akibat banjir.

Beberapa warga juga mengeluhkan adanya gangguan listrik dan air bersih akibat banjir. Namun, pihak PLN dan PDAM telah bekerja sama untuk segera memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak banjir dan mempercepat proses pemulihan. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang agar dapat menghadapi situasi banjir dengan lebih baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar