Belajar di Luar Kelas, Edutrip Menyenangkan

Belajar di Luar Kelas, Edutrip Menyenangkan

Advertisement

Program EduTrip x The Yatim Village: Pengalaman Belajar yang Berbeda

Program EduTrip x The Yatim Village, yang diinisiasi oleh ParagonCorp, memberikan pengalaman belajar interaktif bagi anak-anak yatim melalui kunjungan edukatif ke museum. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus terbatas di ruang kelas, tetapi bisa dilakukan di berbagai tempat yang mendukung kreativitas dan pengalaman langsung.

Kegiatan edutrip ini juga turut diikuti oleh para karyawan Paragon dari berbagai divisi. Mereka membimbing anak-anak untuk memahami sejarah Jakarta khususnya, dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Menurut Muafi Ikhsan, Analis R&D Paragon, edutrip ini menjadi wadah penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tidak hanya tentang duduk di kelas dan mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga bagaimana anak-anak dapat merasakan langsung proses penemuan dan eksplorasi, ujarnya saat diwawancarai aiotrade, Minggu (26/10/2025).

Ia menambahkan, pembelajaran kontekstual seperti ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan motivasi anak-anak. Belajar lewat pengalaman nyata membantu mereka mengingat pelajaran lebih lama dan menumbuhkan rasa semangat untuk terus belajar, kata Muafi.

Menghubungkan Nilai Sosial dan Pendidikan

Kegiatan EduTrip x The Yatim Village tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai sosial dan empati. Melalui interaksi dengan karyawan dan lingkungan baru, anak-anak belajar tentang pentingnya kerja sama, saling menghargai, dan berbagi pengalaman.

Rika Andriyani Putri, perwakilan HRD Plant ParagonCorp, menyebut bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin menumbuhkan nilai kebaikan dan inspirasi, baik bagi anak-anak yang kami dampingi maupun bagi Paragonian sendiri. Karena kami percaya, kebaikan yang dilakukan bersama akan menciptakan dampak yang lebih besar, ujarnya.

Selain kegiatan edukatif, penyelenggara juga menyalurkan bantuan berupa alat belajar dan perlengkapan pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak di The Yatim Village.

Edutrip, Metode Belajar yang Menyenangkan dan Efektif

Edutrip merupakan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses belajar. Dengan menggabungkan unsur eksplorasi, praktik, dan refleksi, metode ini membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam.

Kegiatan seperti EduTrip x The Yatim Village menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat dilakukan di luar ruang kelas dengan cara yang menyenangkan dan tetap bermakna. Melalui kunjungan ke museum, suasana belajar yang tidak kaku justru membuat anak-anak lebih aktif bertanya dan berani bereksperimen.

Mendorong Kolaborasi dan Kepedulian Sosial

Program ini juga menjadi ajang kolaborasi antara komunitas sosial, lembaga pendidikan, dan relawan. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak-anak bisa datang dari berbagai pihak, bukan hanya sekolah.

Ikhsan menambahkan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk turut mengembangkan model pembelajaran di luar ruang kelas. Kita ingin mengubah cara pandang bahwa belajar itu tidak membosankan. Justru ketika anak-anak merasa senang, mereka belajar dengan lebih cepat dan mendalam, katanya.

Dengan semangat kolaboratif, kegiatan EduTrip x The Yatim Village membuktikan bahwa pendidikan tidak selalu membutuhkan ruang formal untuk menciptakan dampak. Pembelajaran yang dilakukan melalui interaksi sosial dan pengalaman langsung dapat membentuk karakter, empati, serta kemampuan berpikir kritis anak-anak.

Program edutrip juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial dan kemampuan beradaptasi.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar