
Gaya Hidup Hemat dan Potensi Kekayaan
Banyak orang mencoba menerapkan gaya hidup hemat demi bisa menabung dan menjadi kaya. Gaya hidup hemat atau frugal living merupakan gaya hidup yang lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, serta menggunakan cara paling efisien untuk menggunakan sumber daya, termasuk uang.
Namun, terdapat unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa gaya hidup hemat atau frugal living di Indonesia tidak dapat menjadikan seseorang menjadi kaya. Seorang pengguna media sosial menyampaikan bahwa "Frugal living di Indo? BIG NO. Mau sehemat apapun lu gak akan bisa lawan inflasi. Daripada menderita, mending cari income tambahan."
Lantas, benarkah gaya hidup hemat di Indonesia tidak dapat membuat seseorang menjadi kaya?
Frugal Living hanya Membuat Seseorang Berkecukupan
Pengamat Ekonomi Wijayanto Samirin mengatakan bahwa frugal living akan membuat hidup seseorang berkecukupan. Namun, jika seseorang ingin kaya, Wijayanto mengatakan tidak bisa hanya dengan menggantungkan pola hidup hemat.
"Tetapi juga harus melakukan terobosan untuk memaksimalkan pendapatan, salah satunya dengan berinvestasi," kata Wijayanto ketika dihubungi.
Apabila seseorang ingin menerapkan hidup hemat dengan frugal living, Wijayanto mengatakan saat ini Indonesia memasuki era inflasi rendah sehingga tidak terlalu membebani mereka yang ingin hidup dengan cara tersebut.
"Indonesia memasuki era inflasi rendah, sekitar 2-3 persen. Ini tidak terlalu membebani mereka yang ingin hidup berkecukupan dengan cara frugal living," kata Wijayanto.
Faktor Indonesia Memasuki Era Inflasi Rendah
Wijayanto mengatakan, faktor utama Indonesia memasuki era inflasi rendah adalah daya beli masyarakat yang terpuruk. Karena itulah, dalam beberapa bulan di 2024 dan 2025, Indonesia justru mengalami deflasi.
"Kendati pun demikian, peran Bank Indonesia dalam menjaga supply uang dan peran Pemerintah dalam menjaga supply berbagai kebutuhan pokok juga ikut berperan," kata Wijayanto.
Saat ini, diketahui hampir seluruh dunia juga sedang mengalami tren inflasi rendah. WIjayanto memperkirakan, pada 2027 inflasi baru akan berpotensi meningkat.
"Perkiraan saya, 2027 daya beli baru recover, Inflasi berpotensi meningkat, semoga tidak terlalu tinggi. Peran BI dan pemerintah sangat penting," pungkasnya.
Cara Memilih Investasi yang Tepat
Perencana keuangan Andi Nugroho mengatakan bahwa dalam memilih instrumen investasi, seseorang harus mengenali dirinya sendiri. Ia mengatakan terdapat tiga kategori profil kemampuan seseorang dalam berinvestasi, yakni agresif, konservatif, dan moderat.
"Cari tahu dan pahami profil kemampuan menerima risiko kita sendiri. Apakah kita seorang yang agresif alias berani ambil risiko, konservatif yang cenderung menghindar, atau moderat di tengah-tengahnya, ujarnya.
Andi mengatakan, apabila seseorang memiliki risiko konservatif, maka emas dapat menjadi instrumen yang cocok. Hal itu disebabkan risikonya yang rendah, nilai yang cenderung stabil, likuid, cocok untuk jangka menengahpanjang, dan bisa dijadikan dana darurat.
Sementara itu bagi risiko moderat, seseorang dapat menggunakan saham sebagai instrumen investasi. "Hal itu disebabkan potensi untung dan rugi seimbang, risikonya lebih tinggi dari emas tapi masih bisa dipelajari dan dikendalikan lewat analisis dan strategi," kata Andi.
Sementara itu, bagi yang memiliki risiko agresif dapat menggunakan instrumen kripto untuk berinvestasi. "Potensi keuntungannya paling tinggi tapi juga risikonya paling besar, volatilitas ekstrem, dan tidak memiliki underlying asset yang jelas," kata Andi.
Setelah memahami besar risiko yang bisa ditanggung, barulah seseorang menyesuaikan modal yang dimiliki serta jangka waktu yang diinginkan.
"Berapa lama uang kita bisa 'diparkir' untuk diinvestasikan. Apakah jangka pendek kurang dari 1 tahun, jangka menengah 1-3 tahun, atau untuk jangka panjang lebih dari 3 tahun," tambah Andi.
Selain itu, tujuan mengenai investasi tersebut pun harus jelas sesuai dengan yang ingin dicapai.
"Apakah untuk sekolah lagi, menikah, jalan-jalan, atau pensiun," pungkas Andi.
Komentar
Kirim Komentar