
Pikiran Rakyat Bengkulu
Pada ulasan "Rapor Pasar" pekan ini, fokus beralih ke PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL). Saham perusahaan ini berhasil menempati posisi kedua sebagai Top Gainer dalam seminggu terakhir (20-24 Oktober 2025), dengan kenaikan signifikan sebesar +76,17%.
Harga saham BULL ditutup pada level Rp 340 per lembar, yang jauh lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di Rp 193. Lonjakan harga ini bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan respons pasar terhadap aksi korporasi besar yang dilakukan oleh perseroan pada awal Oktober 2025.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 7 Oktober 2025, BULL mengumumkan hasil pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Suntikan Modal Segar Rp 253,5 Miliar
Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa BULL menerbitkan 1.408.585.144 saham baru Seri B. Seluruh saham baru ini diserap oleh satu investor, yaitu Fortune Street Limited.
Berikut adalah detail dari aksi private placement ini:
- Jumlah Saham: 1.408.585.144 saham
- Harga Pelaksanaan: Rp 180 per saham
- Total Dana Diterima: Rp 253.545.325.920 (Rp 253,54 miliar)
- Tanggal Pelaksanaan: 3 Oktober 2025
- Tanggal Pencatatan di BEI: 6 Oktober 2025
Manajemen BULL menyatakan bahwa seluruh dana segar dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja Entitas Anak Perseroan.
Mendorong Reli Saham
Kedatangan modal kerja baru senilai Rp 253,54 miliar menjadi pendorong utama reli saham BULL. Pasar merespons positif langkah ekspansi dan penguatan modal perusahaan ini, sehingga harga saham melonjak jauh melebihi harga pelaksanaan private placement di Rp 180.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor percaya pada strategi dan rencana BULL dalam memperkuat posisi bisnisnya. Meski kenaikan sangat tinggi, para pemangku kepentingan tetap diminta untuk berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan Penting
Artikel ini disajikan hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak bertujuan sebagai rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual saham atau aset investasi apa pun.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Investasi saham memiliki risiko kerugian. Pembaca disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut (Do Your Own Research/DYOR) dan mengambil keputusan investasi secara bijak.
Komentar
Kirim Komentar