
Tingkat Imunisasi di Kabupaten Asmat Masih Rendah
Di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, tingkat cakupan imunisasi bagi bayi masih jauh dari target yang ditetapkan. Hanya 13 persen dari total target sebesar 80 persen yang tercapai. Hal ini disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Asmat, Ricover Rumkorem, dalam keterangan tertulis yang diterima aiotrade.
Menurut Ricover, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat bersama UNICEF telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor. Meski demikian, ia mengakui bahwa peran lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target imunisasi yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan UNICEF telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor di Kabupaten Asmat, ujarnya.
Fokus pada Imunisasi HPV
Ricover juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang berfungsi mencegah kanker serviks. Ia menyebut, lebih dari 50 perempuan meninggal setiap hari di Indonesia akibat penyakit tersebut. HPV menjadi salah satu indikator imunisasi nasional yang harus dicapai di Kabupaten Asmat, katanya.
Melalui penerbitan Perbup tersebut, Pemkab Asmat berupaya meningkatkan koordinasi antar-OPD dan lintas sektor untuk memperluas cakupan imunisasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi HPV serta meningkatkan dukungan dan peran OPD dan lintas sektor dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah telah diambil oleh Pemkab Asmat untuk meningkatkan cakupan imunisasi:
- Koordinasi antar-OPD: Pemkab berupaya memperkuat kerja sama antara berbagai instansi pemerintah daerah guna memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan efektif.
- Partisipasi masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi melalui sosialisasi dan edukasi.
- Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan: Pelatihan dan bimbingan teknis bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan layanan imunisasi yang berkualitas.
- Kolaborasi dengan organisasi internasional: Kerja sama dengan UNICEF dan organisasi lainnya untuk mendapatkan dukungan teknis dan finansial.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun ada upaya yang dilakukan, beberapa tantangan masih menghambat pencapaian target imunisasi. Salah satunya adalah kurangnya akses ke fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil. Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat imunisasi juga menjadi hambatan.
Selain itu, masalah logistik seperti ketersediaan vaksin dan distribusi yang tidak merata juga menjadi kendala. Untuk itu, Pemkab Asmat berharap bisa mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait untuk memastikan semua bayi dan perempuan di wilayah ini mendapatkan perlindungan melalui imunisasi.
Kesimpulan
Tingkat imunisasi di Kabupaten Asmat masih jauh dari harapan. Namun, dengan adanya Perbup Nomor 29 Tahun 2025, diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam meningkatkan cakupan imunisasi, terutama untuk HPV. Diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi internasional, agar target imunisasi bisa tercapai secara bertahap.
Komentar
Kirim Komentar