Calvin Verdonk Jadi Bintang Liga Europa Setelah Cetak Gol Lagi di Lille

Calvin Verdonk Jadi Bintang Liga Europa Setelah Cetak Gol Lagi di Lille

Advertisement

Perkembangan Calvin Verdonk di Lille

Calvin Verdonk, bek Timnas Indonesia, tampaknya semakin terpinggirkan sebagai pilihan kedua di Lille. Pemain yang berasal dari Belanda ini menghadapi persaingan ketat dengan Romain Perraud, yang kini menjadi pemain utama di posisi bek kiri.

Lille memang melakukan peremajaan di lini belakang dengan merekrut dua bek kiri baru untuk musim 2025-2026. Pertama, Romain Perraud bergabung pada 8 Agustus lalu setelah diboyong dari Real Betis dengan harga sekitar 3 juta euro atau sekitar 58 miliar rupiah. Dua minggu kemudian, tepatnya pada 1 September, Calvin Verdonk juga resmi berlabuh ke Lille dari NEC Nijmegen dengan biaya serupa.

Perraud memiliki keuntungan karena ia tiba lebih dulu dan langsung mendapat kesempatan bermain sebagai starter. Dalam tiga pertandingan awal di Ligue 1, ia sudah menunjukkan performa yang menjanjikan. Bahkan, dalam pertandingan melawan Lorient, Perraud mencetak satu gol dan memberi satu assist, membantu Lille meraih kemenangan telak 7-1.

Verdonk datang setelah itu dan sejauh ini hanya menjadi pemain cadangan. Dalam pertandingan melawan Toulouse, Perraud kembali menjadi starter sementara Verdonk hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan. Dari empat pertandingan dengan Perraud sebagai starter, Lille berhasil meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Pelatih Lille, Bruno Genesio, tidak sepenuhnya menutup pintu bagi Verdonk. Dalam dua pertandingan melawan Lens dan Lyon, Verdonk sempat dimainkan sebagai starter. Namun, nasib buruk menimpa dirinya karena Lille selalu kalah dalam kedua laga tersebut.

Setelah itu, Perraud kembali menjadi starter dalam tiga pertandingan berikutnya melawan PSG, Nantes, dan Metz. Di antaranya, Lille berhasil menahan PSG 1-1. Dalam pertandingan terbaru melawan Metz, Minggu (26/10/2025) di Stade Pierre-Maurroy, Perraud kembali mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan telak 6-1.

Genesio tampaknya belum melihat peluang untuk memainkan Perraud dan Verdonk secara bersamaan. Jika salah satu dari mereka menjadi starter, yang lain akan menjadi pemain cadangan. Pelatih ini juga sering melakukan pergantian antara keduanya.

Dengan penampilan apik Perraud saat melawan Metz, Verdonk harus menerima nasib yang tidak dimainkan sama sekali. Genesio menggunakan semua jatah pergantian enam pemain, tetapi tidak melirik Verdonk sama sekali. Hal ini semakin memperkuat status Verdonk di Lille sebagai pilihan kedua di Liga Prancis.

Jika dibandingkan jumlah menit bermain sejak keduanya bersama-sama di skuad Lille, Perraud telah bermain selama 370 menit di Ligue 1, sedangkan Verdonk hanya 170 menit.

Namun, untungnya bagi Verdonk, Lille juga berlaga di Liga Europa. Kompetisi ini memberinya kesempatan untuk menjadi starter. Sampai matchday 3, Genesio selalu memainkan Verdonk dalam starting XI di Liga Europa. Hingga saat ini, Verdonk telah bermain dalam tiga pertandingan dengan total 249 menit di UEFA Europa League, sementara Perraud hanya sekali tampil dan mendapatkan 21 menit.

Perraud hanya sekali tampil sebagai pengganti Verdonk saat Lille menghadapi AS Roma. Ini menunjukkan bahwa Verdonk masih memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuannya di kompetisi Eropa.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar