Cara Melatih Naga 2025: Persahabatan Manusia dan Naga dalam Versi Live Action Epik

Cara Melatih Naga 2025: Persahabatan Manusia dan Naga dalam Versi Live Action Epik

Cara Melatih Naga 2025: Persahabatan Manusia dan Naga dalam Versi Live Action Epik

Pengaruh Film How to Train Your Dragon (2025) di Dunia

Film How to Train Your Dragon yang dirilis pada tahun 2025 berhasil mencuri perhatian dunia sebagai salah satu proyek live action paling ambisius dari DreamWorks Animation dan Universal Pictures. Disutradarai oleh Dean DeBlois, yang juga mengarahkan trilogi animasinya sebelumnya, film ini membawa kembali kisah persahabatan legendaris antara Hiccup dan naga Night Fury bernama Toothless dengan sentuhan visual baru yang memukau.

Advertisement

Film yang dirilis pada 13 Juni 2025 di Amerika Serikat ini berhasil mencatatkan pendapatan box office global sebesar 635,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,17 triliun. Angka tersebut menempatkannya di posisi lima besar film terlaris dunia tahun ini, menurut data Box Office Mojo. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menarik penggemar lama, tetapi juga mampu meraih hati penonton baru.

Cerita yang Menarik dan Pesan yang Kuat

Mengambil latar di pulau Viking bernama Berk, How to Train Your Dragon menceritakan kehidupan Hiccup (diperankan Mason Thames), seorang remaja cerdas namun dianggap lemah di antara para pemburu naga. Suatu malam, ia menembak jatuh naga misterius jenis Night Fury, namun memilih untuk membebaskannya ketimbang membunuh. Keputusan itu menandai awal persahabatan tak terduga antara manusia dan naga, hubungan yang perlahan mengubah cara pandang seluruh suku Viking terhadap makhluk buas tersebut.

Bersama sahabatnya Astrid (diperankan Nico Parker), Hiccup harus menghadapi ancaman baru yang menguji kesetiaan antara manusia dan naga. Film ini menyoroti pesan kuat tentang empati, keberanian, dan pentingnya menerima perbedaan. Dengan alur cerita yang kaya akan makna, film ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.

Teknologi Visual dan Musik yang Memukau

Mengandalkan efek visual garapan Industrial Light & Magic (ILM), dunia Berk terasa hidup dengan detail realistis yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Setiap adegan dirancang dengan sangat cermat, membuat penonton merasa seperti berada di tengah-tengah kisah petualangan yang nyata.

Sementara itu, musik garapan John Powell kembali menjadi elemen penting dalam membangun suasana emosional antara Hiccup dan Toothless. Melodi yang indah dan penuh makna memperkuat hubungan antara tokoh utama dan naga, menjadikan setiap momen dalam film lebih mendalam dan bermakna.

Tanggapan Kritikus dan Peluang Masa Depan

Para kritikus memuji film ini karena berhasil menjaga kehangatan orisinalitas cerita sambil memperluas skala sinematiknya. Mereka mengakui bahwa film ini mampu mempertahankan esensi dari versi animasinya, sekaligus membuka ruang bagi inovasi baru dalam dunia perfilman.

Kesuksesan film ini mempertegas posisi How to Train Your Dragon sebagai salah satu waralaba animasi paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Selain itu, film ini juga membuka peluang sekuel live action di masa mendatang, seiring antusiasme penggemar yang terus meningkat di seluruh dunia.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar