
Pentingnya Kesehatan Tulang untuk Kehidupan yang Aktif
Tulang adalah bagian penting dari tubuh yang memberikan struktur dan mendukung gerakan kita sehari-hari. Namun, kesehatan tulang sering kali diabaikan hingga masalah muncul. Salah satu penyakit yang sering terlewat adalah osteoporosis, yang dikenal sebagai "penyakit diam" karena gejalanya tidak terlihat sampai terjadi patah tulang.
Menurut dr. Aldico Sapardan, Sp.OT CF, seorang dokter spesialis ortopedi, puncak massa tulang tercapai pada usia 20 hingga 30 tahun. Setelah itu, kepadatan tulang akan secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Namun, penurunan ini bisa dikurangi dengan cara-cara yang tepat.
Memenuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin
Salah satu cara untuk menjaga kepadatan tulang adalah dengan memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian. Kalsium sangat penting untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara efisien.
Jika kadar kalsium dan vitamin D tidak cukup, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang, jelas dr. Aldico. Ini berarti kita harus selalu memastikan bahwa kita mendapatkan dosis harian yang cukup.
Data menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 25 persen dari kebutuhan kalsium harian. Untuk mencapai kebutuhan kalsium sebesar 1000-1200 mg per hari, seseorang dapat mengonsumsi 4 gelas susu full cream, 350 gram keju cheddar, atau 2 kg brokoli. Jika sulit mendapatkan kalsium dari makanan, suplemen kalsium bisa menjadi alternatif.
Selain kalsium, tubuh juga membutuhkan vitamin C dan B6 agar tulang tetap kuat. Kombinasi nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.
Olahraga untuk Kepadatan Tulang
Olahraga juga berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang. Ade Rai, seorang fitness practitioner, menekankan pentingnya latihan penguatan tulang. Banyak orang fokus pada olahraga kardio, tetapi melupakan latihan penguatan tulang, katanya.
Latihan penguatan tulang seperti angkat beban atau latihan ketahanan dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Selain itu, olahraga teratur juga membantu menjaga keseimbangan dan kekuatan otot, yang sangat penting untuk aktivitas sehari-hari.
Dampak Osteoporosis pada Kehidupan
Dampak osteoporosis tidak hanya terasa secara medis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Patah tulang akibat osteoporosis sering menyebabkan seseorang kehilangan kemandirian. Data menunjukkan bahwa 40 persen penyintas tidak lagi mampu berjalan sendiri, dan 60 persen masih membutuhkan bantuan setahun setelah mengalami patah tulang panggul.
Melihat hal ini, Bayer, sebuah perusahaan farmasi, menghadirkan program CDR Bone Health Check yang menawarkan pemeriksaan kepadatan tulang gratis di berbagai area publik. Sampai saat ini, lebih dari 30.000 orang di seluruh Indonesia telah melakukan pemeriksaan tersebut.
Kampanye #TerusKuatUntukLanjut
Bayer juga meluncurkan kampanye #TerusKuatUntukLanjut yang mengajak masyarakat untuk meluangkan 5 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan tulang. Aktivitas ini bisa berupa peregangan, olahraga ringan, atau sekadar berjalan kaki.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini. Dengan gaya hidup aktif dan pemenuhan nutrisi yang baik, setiap orang dapat memperkuat tulang dan menjaga kualitas hidup mereka.
Kesimpulan
Kesehatan tulang adalah fondasi utama untuk kehidupan yang aktif dan mandiri. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin, melakukan olahraga teratur, serta menjaga gaya hidup sehat, kita dapat mencegah risiko osteoporosis dan menjaga kesehatan tulang sepanjang masa. Inisiatif seperti CDR Bone Health Check dan kampanye #TerusKuatUntukLanjut menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar