DKI Jakarta Juara Umum PON Kudus 2025, Tekuk Jawa Barat di Akhir Kompetisi

DKI Jakarta Juara Umum PON Kudus 2025, Tekuk Jawa Barat di Akhir Kompetisi

DKI Jakarta Juara Umum PON Kudus 2025, Tekuk Jawa Barat di Akhir Kompetisi

DKI Jakarta Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025, Geser Jawa Barat di Akhir Kompetisi

Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir dengan kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum. Selama 16 hari persaingan sengit antarprovinsi di Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, DKI Jakarta berhasil memperoleh total 99 medali terdiri dari 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu yang membuatnya unggul tipis dari Jawa Barat.

Advertisement

Jawa Barat, yang sebelumnya memimpin sementara hingga pertengahan pekan lalu, harus puas di posisi kedua dengan total 98 medali 39 emas, 31 perak, dan 28 perunggu. Sementara itu, Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan total 85 medali 36 emas, 24 perak, dan 25 perunggu. Kemenangan DKI Jakarta ditentukan di tikungan terakhir setelah tampil impresif di tiga cabang pamungkas ju-jitsu, karate, dan wushu pada Jumat (24/10).

Lonjakan medali emas di hari-hari penutup membuat kontingen ibu kota menyalip Jabar dan memastikan gelar juara umum di ajang multi-event bela diri yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Fatchul Anas, Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, mengatakan bahwa target juara umum telah menjadi prioritas sejak awal.

Kami memang mencanangkan target juara umum sejak awal. Hasil ini adalah buah dari evaluasi dan latihan intensif selama satu tahun penuh, ujarnya.

KONI DKI Jakarta menurunkan 138 atlet dan 45 ofisial, dengan komposisi gabungan atlet utama dan pelapis. Meski beberapa atlet nasional absen karena fokus pada SEA Games 2025 Bangkok, para wakil ibu kota berhasil menjaga dominasi di cabang unggulan seperti taekwondo, karate, dan pencak silat.

Di sisi lain, Jawa Timur juga menutup PON Bela Diri 2025 dengan catatan istimewa. Dari cabang wushu, dua nama mencuri perhatian: Muhammad Daffa Golden Boy Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, masing-masing memborong tiga medali emas. Keduanya menorehkan prestasi di nomor taolu, qiang shu, daoshu, serta memperkuat posisi Jatim di papan tiga besar.

Peran Panitia dan Dukungan Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Ryan Gozali, menyebut keberhasilan penyelenggaraan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang semangat sportivitas dan dampak sosial bagi tuan rumah. Ia menyampaikan bahwa selama lebih dari dua minggu, ribuan atlet menunjukkan dedikasi luar biasa.

Kami bersyukur ajang ini berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Kudus, ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, yang memuji dukungan masyarakat Kudus dan fasilitas Djarum Arena yang dinilai representatif untuk skala nasional. Ia berharap PON Bela Diri selanjutnya pada 2027 bisa kembali digelar di Kudus, sebagai pusat pengembangan olahraga bela diri nasional.

Bupati Kudus, Dr Ars Samani Intakoris, turut mengapresiasi dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang ini. Ia menyatakan bahwa hadirnya ribuan atlet dan penonton meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata.

Penutupan PON Bela Diri Kudus 2025

PON Bela Diri Kudus 2025 resmi ditutup Minggu malam (26/10) dengan upacara penyerahan trofi juara umum kepada kontingen DKI Jakarta, disambut tepuk tangan riuh dari ribuan penonton yang memadati arena.

Berikut klasemen akhir PON Bela Diri Kudus 2025:

  • DKI Jakarta 42 emas, 27 perak, 30 perunggu (total 99 medali)
  • Jawa Barat 39 emas, 31 perak, 28 perunggu (total 98 medali)
  • Jawa Timur 36 emas, 24 perak, 25 perunggu (total 85 medali)
  • Sumatera Utara 15 emas, 20 perak, 22 perunggu (total 57 medali)
  • Kalimantan Timur 13 emas, 11 perak, 19 perunggu (total 43 medali)


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar