Doa Ud'uni Astajib Lakum, Janji Allah Mengabulkan Permohonan Hamba

Doa Ud'uni Astajib Lakum, Janji Allah Mengabulkan Permohonan Hamba

Doa Ud'uni Astajib Lakum, Janji Allah Mengabulkan Permohonan Hamba

Ayat Al-Quran yang Menjadi Pengingat tentang Kekuatan Doa

Dalam kehidupan yang penuh ujian dan harapan, satu pegangan utama bagi umat Islam adalah doa. Doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk ibadah, pengakuan akan kelemahan manusia, dan bukti cinta kepada Sang Pencipta. Di dalam Al-Quran, Allah SWT menegaskan pentingnya berdoa dalam Surat Al Ghafir ayat 60, sebuah ayat yang menjadi pelita bagi jiwa-jiwa yang mencari harapan.

Advertisement

Firman Allah SWT dalam Surat Al Ghafir Ayat 60

HNBN'DN 1N(OQCOEO '/R9OHFPJ #N3R*N,P(R DNCOER %PFNQ 'DNQ0PJFN JN3R*NCR(P1OHFN 9NFR 9P(N'/N*PJ 3NJN/R.ODOHFN ,NGNFNQEN /N'.P1PJFN
Latin: Wa qla rabbukumud'n+ astajib lakum, innalla|+na yastakbirna 'an 'ibdat+ sayadkhulna jahannama dkhir+n
Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.

Ayat ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk berdoa, sekaligus janji bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Namun, ayat ini juga menyimpan peringatan keras bagi mereka yang enggan beribadah karena kesombongan: neraka Jahannam menanti mereka dalam kehinaan.

Doa: Hak Setiap Hamba, Termasuk Pendosa

Ustadz Firdaus Turmudzi dalam kajian daringnya menjelaskan makna mendalam dari ayat ini. Ia mengisahkan dialog antara Nabi Musa AS dan Allah SWT yang menggambarkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, bahkan kepada mereka yang bergelimang dosa. Nabi Musa bertanya, Ya Rabb, bagaimana jika seorang hamba yang taat memanggil-Mu dengan sebutan Ya Rabb? Allah menjawab, Labbaika. Namun ketika Nabi Musa bertanya tentang hamba yang penuh dosa, Allah menjawab:

DN(NQJRCN DN(NQJRCN DN(NQJRCN 9N(R/PJ
Labbaika labbaika labbaika abdi

Jawaban ini mengejutkan Nabi Musa. Allah menjelaskan bahwa hamba yang taat sering kali berharap pada amalnya, sementara hamba yang berdosa hanya bergantung pada rahmat dan ampunan Allah. Karena itulah, Allah menyambutnya dengan lebih banyak jawaban.

Abu Nawas dan Syair Doa Pendosa

Penyair legendaris Abu Nawas pernah menulis syair yang menggambarkan harapan seorang pendosa kepada Allah:

Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang berlumuran dosa dan penuh kesalahan datang kepada-Mu dan mengakui kesalahannya. Ia sangat berharap ampunan-Mu. Jika Engkau ampuni, maka Engkaulah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tapi jika Engkau tolak, kepada siapa lagi kami harus meminta ampunan?

Syair ini menjadi refleksi mendalam bahwa tidak ada tempat kembali selain kepada Allah. Bahkan dalam kondisi paling hina sekalipun, pintu taubat dan doa tetap terbuka lebar.

Malaikat Tak Bisa Menghalangi Doa Taubat

Ustadz Firdaus juga mengisahkan hadits qudsi yang memperkuat makna ayat ini. Ketika seorang pelaku maksiat mengangkat tangan dan memohon ampun, malaikat mencoba menghalangi suaranya. Namun setelah empat kali memanggil Ya Rabb, Allah berfirman:

Duhai malaikat-Ku, sampai kapan engkau halangi suara hamba-Ku yang memohon kepada-Ku?

Allah pun menjawab langsung:

DN(NQJRCN 9N(R/PJ DN(NQJRCN 9N(R/PJ DN(NQJRCN 9N(R/PJ
Labbaika abdi, labbaika abdi, labbaika abdi

Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Bahkan ketika seluruh makhluk menolak, Allah tetap menyambut.

Doa Sebagai Jalan Istiqomah

Doa bukan hanya untuk saat butuh, tetapi harus menjadi bagian dari rutinitas ibadah. Ia adalah jalan untuk tetap istiqomah, menjaga hubungan dengan Allah, dan memperkuat keimanan. Ketika doa belum terkabul, jangan putus asa. Teruslah berdoa, karena setiap doa adalah investasi spiritual yang akan kembali dalam bentuk terbaik menurut Allah.

Mengapa Doa Tak Selalu Terkabul?

Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa doa tidak selalu dikabulkan? Para ulama menjelaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan ibadah. Allah akan mengabulkan doa sesuai dengan kehendak-Nya, bukan kehendak kita. Imam Ibnu Athaillah mengatakan:

Ketika Allah menggerakkan lidah hamba-Nya untuk berdoa, itu pertanda Allah ingin memberi sesuatu kepadanya.

Namun, pemberian itu bisa berbeda dari yang diminta. Sebab, Allah tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Bisa jadi sesuatu yang kita minta justru membahayakan, maka Allah menggantinya dengan yang lebih baik.

Ancaman Bagi yang Enggan Berdoa

Dalam ayat yang sama, Allah juga menyampaikan ancaman bagi mereka yang sombong dan enggan berdoa. Mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina. Ini menunjukkan bahwa tidak berdoa adalah bentuk kesombongan spiritual, seolah-olah tidak membutuhkan Allah.

Doa Adalah Hak, Harapan, dan Jalan Pulang

Surat Al Ghafir ayat 60 adalah pelita bagi jiwa-jiwa yang gelisah. Ia mengajarkan bahwa Allah tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin kembali. Baik yang taat maupun yang penuh dosa, semua memiliki hak untuk berdoa dan berharap. Doa adalah jalan pulang. Ia adalah pengakuan bahwa kita lemah dan Allah Maha Kuasa. Ia adalah harapan yang tak pernah padam, bahkan di tengah kegelapan hidup. Maka, jangan pernah berhenti berdoa. Karena Allah telah berjanji:

'/R9OHFPJ #N3R*N,P(R DNCOER
Uduni astajib lakum
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar