Dua Atlet Wushu Jatim Menggila, Raih 6 Emas di PON Kudus

Dua Atlet Wushu Jatim Menggila, Raih 6 Emas di PON Kudus

Advertisement

KUDUS, aiotrade

Di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Kudus, Jawa Tengah, dua atlet wushu dari Kontingen Jawa Timur tampil memukau. Mereka turun di tiga kelas berbeda di cabang wushu dan berhasil memborong enam dari 13 medali emas yang diperoleh, sekaligus memperkuat perolehan medali untuk kontingennya.

Kedua atlet wushu tersebut, yakni M. Daffa Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi yang turun di kelas Taolu-Kungfu (jurus artistik). M. Daffa Hidayatullah ditemui usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, mengakui bersyukur karena bisa menyumbangkan tiga medali dari tiga nomor yang diikuti pada cabang wushu.

Dua medali emas pertama diperoleh dari nomor changquan putra dan jian shu putra yang berlangsung Sabtu (25/10). Sedangkan pada Minggu turun di nomor qiang shu juga meraih emas. Menurut dia raihan medali itu juga sesuai target untuk tampil terbaik dan bisa menyabet tiga emas. Ia mengungkapkan perolehan tiga medali emas dalam satu ajang juga pernah dialami saat di kejuaraan nasional.

Sedangkan di ajang PON Aceh-Sumut 2024 dirinya hanya memperoleh satu emas dan satu perak, karena hanya mengikuti dua nomor, sementara di PON Bela Diri terdapat tiga nomor. "Saya tentu ingin lebih baik lagi, terutama di PON NTT-NTB 2028 agar bisa menyumbangkan medali emas serupa," ujarnya Minggu (26/10/2025).

Hal senada juga diakui Jennifer Tjahyadi, tiga emas di ajang PON Bela Diri Kudus ini tentunya menjadi penyemangat untuk lebih baik lagi di ajang lebih tinggi, seperti PON NTT-NTB 2028. Meskipun selama bertanding dalam kondisi perut sakit, dia mengakui, bersyukur bisa tampil optimal, sehingga tiga nomor yang diikuti, baik changquan, gunshu, maupun dao shu bisa mendulang emas seluruhnya.

"Tentunya ini juga berkat kerja sama yang solid, baik dari pelatih, ofisial, hingga manajer semuanya sehingga Kontingen Jatim bisa juara umum cabang wushu," ujarnya.

Wushu Jatim dinobatkan sebagai juara umum untuk cabang wushu dengan koleksi 24 medali, terdiri 13 emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 25 medali, meliputi 11 emas, 11 perunggu, dan tiga perak, disusul Jateng 22 medali, terdiri lima emas, enam perak, dan 11 perunggu.

Sebelumnya, mengusung tema Bela Diri Itu Prestasi, KONI Pusat bekerja sama dengan Djarum Foundation menggelar PON Bela Diri 2025 mulai 11 Oktober di Kudus, Jawa Tengah. PON Bela Diri merupakan upaya KONI Pusat dalam memperbanyak pertandingan nasional bagi atlet bela diri.

Pada penyelenggaraan perdana, tercatat 2.700 atlet dari 38 provinsi terjadwal ambil bagian memperebutkan gelar juara. Mereka berlaga di 10 cabang olahraga, yakni pencak silat, taekwondo, karate, wushu, gulat, judo, sambo, jiu-jitsu, tarung derajat, dan shorinji kempo.

Peran Wushu dalam PON Bela Diri

Cabang olahraga wushu menunjukkan prestasi luar biasa dalam PON Bela Diri 2025. Atlet-atlet dari Jawa Timur mampu meraih hasil yang sangat memuaskan, terutama dengan jumlah medali emas yang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa wushu memiliki potensi besar dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompetitif dalam cabang olahraga ini.

Selain itu, partisipasi atlet-atlet muda seperti M. Daffa Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang mumpuni dalam berbagai cabang olahraga. Mereka tidak hanya memperkuat prestasi kontingen Jawa Timur, tetapi juga memberi motivasi kepada atlet lain untuk berprestasi.

Persaingan Antarkontingen

Persaingan antarkontingen dalam PON Bela Diri 2025 terlihat sangat ketat. DKI Jakarta dan Jawa Tengah menjadi rival terberat bagi Jawa Timur. Namun, prestasi Jawa Timur dalam cabang wushu menunjukkan bahwa mereka memiliki strategi yang tepat dalam mempersiapkan atlet-atletnya.

Tidak hanya dalam cabang wushu, persaingan dalam cabang olahraga lainnya juga menunjukkan kompetisi yang sangat ketat. Ini menunjukkan bahwa PON Bela Diri 2025 menjadi ajang yang sangat penting bagi perkembangan olahraga bela diri di Indonesia.

Keberlanjutan dan Tujuan Jangka Panjang

PON Bela Diri 2025 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun sistem olahraga bela diri yang lebih baik di Indonesia. Dengan adanya pertandingan nasional yang lebih banyak, atlet-atlet dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas mereka.

Tujuan jangka panjang dari PON Bela Diri adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan atlet bela diri, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga bela diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PON Bela Diri 2025 menjadi awal yang baik dalam mewujudkan visi ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar