Eduardo Perez Kritik Kinerja Wasit! Fokus Perbaiki Performa Persebaya Surabaya

Eduardo Perez Kritik Kinerja Wasit! Fokus Perbaiki Performa Persebaya Surabaya

Advertisement

Kepemimpinan Wasit Tidak Menjadi Fokus Utama

Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, memilih untuk tidak mengangkat isu kepemimpinan wasit dalam laga melawan PSBS Biak. Ia lebih ingin fokus pada perbaikan performa tim dan membangun karakter yang kuat di dalam skuad Green Force.

Eduardo menegaskan bahwa ia lebih tertarik untuk membahas bagaimana timnya bisa tampil lebih solid di pertandingan-pertandingan berikutnya. Baginya, berbicara tentang keputusan wasit bukanlah hal yang produktif ketika tim masih perlu banyak berbenah.

Laga melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025), menjadi bukti nyata perjuangan anak asuhnya. Meski bermain hanya dengan sembilan pemain, Green Force mampu menahan imbang tim lawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Eduardo mengaku bangga dengan semangat juang para pemain yang tidak menyerah meski berada dalam tekanan berat. Ia menilai sikap pantang menyerah tersebut menunjukkan karakter kuat yang sedang ia bangun di tubuh Persebaya Surabaya musim ini.

Komentar saya tentang pertandingan ini adalah saya sangat bangga dengan para pemain saya, ujar Eduardo usai pertandingan. Tentang bagaimana kami bermain 60 menit dengan dua pemain lebih sedikit dan memberikan segalanya.

Kondisi Sulit Di Lapangan

Situasi sulit dialami Persebaya Surabaya setelah Leo Lelis dan Mikael Tata diusir keluar lapangan. Dua kartu merah itu membuat rencana permainan Green Force berantakan dan memaksa timnya bertahan lebih dalam.

Eduardo menjelaskan rencana awal sebenarnya adalah menguasai bola dan menembus garis tekanan PSBS Biak. Namun kondisi di lapangan memaksa timnya mengubah pendekatan agar tetap bisa bertahan hingga akhir pertandingan.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi di tengah situasi sulit merupakan hal positif yang perlu diapresiasi. Ia menilai hasil imbang itu bukan sekadar skor, melainkan cerminan semangat juang dan mentalitas tim yang mulai terbentuk.

Tidak Ingin Terjebak Dalam Perdebatan

Pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan tidak ingin menyoroti kinerja wasit meski banyak pihak menilai keputusan kartu merah cukup kontroversial. Ia memilih menjaga fokus agar tidak menimbulkan gangguan psikologis bagi para pemain.

Saya tidak tahu apakah Anda akan bertanya kepada saya tentang wasit, tetapi sejak hari pertama saya datang ke sini, saya tidak ingin berbicara tentang wasit, tegas Eduardo.

Sikap tersebut mencerminkan kedewasaan pelatih yang ingin membawa Persebaya Surabaya menjadi tim dengan mental juara. Eduardo menilai energi tim lebih baik diarahkan untuk memperbaiki kelemahan dan mempersiapkan pertandingan berikutnya.

Hasil Imbang Bukan Akhir

Eduardo menegaskan hasil imbang ini bukan akhir, melainkan awal dari perubahan positif di ruang ganti. Ia mengaku ingin melihat para pemain tetap rendah hati dan bekerja keras memperbaiki detail kecil yang bisa membuat tim lebih konsisten.

Meski hanya membawa pulang satu poin, performa Persebaya Surabaya mendapat apresiasi dari para pendukung. Mereka melihat tim tetap berjuang sampai akhir meski kehilangan dua pemain kunci.

Eduardo menyebut dukungan suporter menjadi energi tambahan yang membuat tim terus berlari. Ia berjanji akan membalas kepercayaan Bonek dengan menampilkan permainan yang lebih terorganisir dan agresif di laga-laga selanjutnya.

Pelajaran Berharga Dan Persiapan Ke Depan

Dalam pandangan Eduardo, hasil imbang ini bukan soal kehilangan dua pemain, melainkan soal bagaimana tim bisa bertahan dalam tekanan ekstrem. Ia ingin para pemain menjadikan laga tersebut sebagai pelajaran penting untuk menguatkan mental tanding.

Pelatih yang pernah menangani tim-tim Eropa itu menegaskan pentingnya disiplin dan fokus di setiap momen pertandingan. Ia berharap pemain Persebaya Surabaya lebih cerdas mengelola emosi agar tidak merugikan tim sendiri.

Eduardo menilai Persebaya Surabaya masih punya potensi besar untuk bersaing di papan atas Super League 2025/2026 musim ini. Ia yakin dengan kerja keras dan semangat kolektif, Green Force bisa kembali menunjukkan jati diri sebagai tim besar Indonesia.

Fokus pembenahan kini diarahkan pada peningkatan organisasi permainan dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Eduardo juga menyiapkan rotasi agar pemain tetap bugar dan kompetitif menghadapi jadwal padat.

Ia menegaskan setiap pemain harus siap ketika dibutuhkan, terutama dalam kondisi sulit seperti melawan PSBS Biak. Menurutnya, inilah saat terbaik bagi seluruh skuad menunjukkan komitmen mereka terhadap lambang di dada.

Eduardo percaya semangat dan kebersamaan akan membawa Persebaya Surabaya melewati fase berat ini. Ia tidak ingin tim larut dalam kontroversi, melainkan terus bergerak maju dengan kepala tegak dan motivasi tinggi.

Dengan pendekatan tenang dan profesional itu, Eduardo Perez menegaskan Persebaya Surabaya akan terus berjuang tanpa mencari kambing hitam. Ia tidak ingin terjebak dalam drama wasit, karena baginya yang terpenting adalah bagaimana Green Force terus berkembang menuju kemenangan sejati.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar