
Penangkapan Bos Tambang Pasir di Galunggung, Tasikmalaya
Seorang tokoh yang dikenal sebagai bos tambang pasir di Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial EAM alias Endang Juta telah diserahkan ke kejaksaan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus yang menimpa Endang Juta sudah mencapai tahap penyidikan lengkap dan siap untuk dilimpahkan ke lembaga penuntut umum.
Belakangan ini, beredarnya foto yang menampilkan Endang Juta berada di lorong sel tahanan bersama anggota polisi menjadi sorotan. Dalam foto tersebut, Endang Juta tampak mengenakan pakaian berwarna kuning di antara dua pria berpakaian sipil dan dua anggota polisi. Foto ini tersebar di platform percakapan WhatsApp dan memicu perhatian publik terhadap kasus hukum yang menimpa sosok yang akrab disapa Pak Haji itu.
Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Endang Juta diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Jabar). Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus tambang ilegal di wilayah Galunggung, Tasikmalaya. Berkas penyelidikan kasus ini telah mencapai status P21, yang dalam istilah hukum berarti berkas sudah lengkap dan siap untuk diserahkan ke kejaksaan.
"Benar, kami telah menangkap Endang Juta Tasikmalaya dan sudah P21," ujarnya saat dihubungi TribunPriangan.com, Kamis (23/10/2025). "Kasus ini akan kami limpahkan ke kejaksaan karena sudah tahap dua," sambung dia.
Polda Jabar sebelumnya juga sempat merilis informasi terkait kasus penambangan ilegal ini pada Juni lalu. Tercatat, ada empat kasus tambang ilegal yang ditangani kepolisian, terdiri dari tiga kasus tambang pasir dan satu kasus tambang emas yang tak berizin atau melanggar ketentuan.
"Untuk ketiga kasus yang ditangani murni tak mempunyai izin dan satu kasus memiliki izin tapi melaksanakan kegiatan penambangan di luar wilayah perizinannya," ujar Hendra Juni lalu.
Sosok Endang Juta di Mata Sahabat
Rekan Endang Juta sekaligus pengusaha asal Tasikmalaya, Iman Hidayat, mengungkapkan kekagetannya terhadap kabar penangkapan sahabatnya. Ia menilai Endang Juta sebagai sosok baik dan dermawan, terutama kepada anak yatim dan pembangunan sarana ibadah di Tasikmalaya.
"Kami sebagai teman, sahabat, sudah dianggap sebagai keluarga juga, melihat di sosial media kaget dan kita tidak percaya yang terjadi," ungkap Iman ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com, Jumat (24/10/2025).
Iman juga menjelaskan bahwa Endang Juta dikenal mudah bergaul dan baik oleh masyarakat Tasikmalaya. "Kita kenal baik, mudah bergaul, terus dia berbaur dengan masyarakat baik di kalangan atas, menengah, sampai masyarakat kecil pun dekat," jelasnya.
Selain itu, ia menuturkan bahwa setiap Jumat sosok sahabatnya itu sering berbagi sembako ke masyarakat. Iman juga mengklaim bahwa usaha Endang Juta selama ini legal dan resmi. Bahkan, menilai usaha pasir Galunggung berperan penting dalam berbagai proyek pembangunan di Jawa Barat.
"Kita rasakan sebagai masyarakat adanya pembangunan jalan tol dari Bandung dan Jakarta itu pasir Galunggung. Rumah, bangunan, kalau tidak ada pasir pasti tidak akan berdiri seperti sekarang," kata Iman.
Dirinya juga mendoakan sahabatnya agar kasus yang menjeratnya bisa selesai dan bisa segera berkumpul kembali. "Kami berdoa apa yang terjadi pak haji sekarang bisa diterima, dan ini cobaan, harus bisa ikhlas," beber Iman. "Jangan dijadikan sebagai musibah, tapi anggaplah ini ujian dari Allah, semua yang terjadi bisa selesai dengan cepat," sambungnya.
Komentar
Kirim Komentar