
Proyek Jalan dan Jembatan Tanjung Palas Salimbatu Terus Dipercepat
Pengerjaan lanjutan pembangunan jalan dan jembatan akses dari Kecamatan Tanjung Palas menuju Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus dikebut. Proyek ini menjadi harapan masyarakat setempat yang sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.
Jarak antara Desa Salimbatu dengan ibu kota Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor, diperkirakan sekitar 25,4 km dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Proyek jalan dan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2025. Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah melakukan penanganan secara bertahap. Beberapa ruas jalan telah diaspal, namun beberapa kilometer masih dalam kondisi rusak.
Tahun ini, Pemkab Bulungan kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan peningkatan jalan poros antar kecamatan tersebut. Nilainya kurang lebih Rp 26 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan hingga aspal dan membangun jembatan beton permanen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Khairul, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur dasar untuk memperlancar konektivitas antar wilayah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, Pemkab Bulungan telah mengalokasikan sekitar Rp 26 miliar untuk proyek ini.
"Sebesar Rp14,95 miliar dialokasikan untuk lanjutan pembangunan jalan, sedangkan sekitar Rp12 miliar digunakan untuk pembangunan jembatan permanen," ujar Khairul, Jumat (24/10/2025).
Pembangunan jalan dan jembatan ini bertujuan untuk memastikan kelanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalam memperlancar akses transportasi masyarakat antar wilayah. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.
Targetnya, proses pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan permanen bisa tuntas tahun ini, tambahnya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah titik jalan menuju Salimbatu saat ini sedang dalam tahap penimbunan dan pemadatan hingga agregat. Sementara progres pembangunan jembatan permanen sudah mencapai lebih dari 50 persen.
Beberapa spot jalan sudah dalam proses penimbunan dan pemadatan. Untuk jembatan permanen, progresnya sudah di atas 50 persen, jelasnya.
Khairul menjelaskan, secara umum, kondisi jalan menuju Salimbatu kini jauh lebih baik. Tidak ditemukan lagi kerusakan parah yang dapat menghambat arus transportasi masyarakat.
Selebihnya, akses jalan menuju Salimbatu sudah mulus dan tidak ada kerusakan berat yang mengganggu mobilitas kendaraan, ungkapnya.
Khairul berharap, selesainya pembangunan jalan dan jembatan Tanjung Palas Salimbatu dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, aktivitas ekonomi warga akan lebih lancar dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, pungkasnya.
Komentar
Kirim Komentar