
Tingkat Kemiskinan di Sulawesi Tenggara
Angka kemiskinan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai tingkat keberhasilan pembangunan daerah. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kemiskinan antar wilayah di provinsi ini. Meskipun secara keseluruhan jumlah penduduk miskin mengalami sedikit penurunan, beberapa kabupaten masih menghadapi tantangan besar dalam mengurangi angka kemiskinan.
Secara keseluruhan, persentase kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 10,63 persen. Angka ini menjadikan Sultra sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Sulawesi. Pengukuran kemiskinan yang umum digunakan oleh BPS adalah melalui persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan.
Berikut adalah lima kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menurut data terakhir masih menduduki peringkat teratas dalam persentase kemiskinan:
-
Kabupaten Konawe Kepulauan
Garis kemiskinan: Rp 415.880
Persentase: 15,54 persen -
Kabupaten Buton Tengah
Garis kemiskinan: Rp 310.721
Persentase: 14,40 persen -
Kabupaten Wakatobi
Garis kemiskinan: Rp 355.748
Persentase: 14,36 persen -
Kabupaten Buton Selatan
Garis kemiskinan: Rp 300.991
Persentase: 14,28 persen -
Kabupaten Buton Utara
Garis kemiskinan: Rp 422.483
Persentase: 14,09 persen
Selain lima kabupaten tersebut, semua daerah di Sulawesi Tenggara memiliki persentase kemiskinan di atas 10 persen. Hanya Kota Kendari dan Kota Baubau yang memiliki tingkat kemiskinan di bawah 10 persen, yaitu masing-masing sebesar 4,23 persen dan 7,40 persen.
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki ibu kota di Kendari. Wilayah ini terdiri dari 17 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk mencapai 2.793.070 jiwa pada tahun 2024.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan
Beberapa faktor dapat memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah-wilayah tertentu di Sulawesi Tenggara. Pertama, akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur transportasi sering kali terbatas di daerah-daerah terpencil. Hal ini membuat masyarakat sulit untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kedua, ketidakmerataan distribusi sumber daya alam juga menjadi salah satu penyebab utama. Beberapa kabupaten memiliki potensi ekonomi yang lebih besar karena kekayaan sumber daya alamnya, sementara kabupaten lainnya tidak memiliki akses yang sama.
Ketiga, tingkat pengangguran dan kurangnya peluang kerja juga berkontribusi pada tingkat kemiskinan. Banyak masyarakat di daerah-daerah tertentu harus bekerja di sektor informal atau pertanian yang tidak memberikan penghasilan yang cukup.
Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Kemiskinan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Salah satunya adalah melalui program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha. Selain itu, pemerintah juga fokus pada pembangunan infrastruktur yang merata agar masyarakat di seluruh wilayah bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.
Namun, tantangan tetap ada. Perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tingkat kemiskinan di Sulawesi Tenggara dapat terus menurun dalam waktu dekat.
Komentar
Kirim Komentar