Pemantauan Harga Pangan di Pasar Yogyakarta oleh Dinas Perdagangan

Pemantauan Harga Pangan di Pasar Yogyakarta oleh Dinas Perdagangan

Pemantauan Harga Pangan di Pasar Yogyakarta oleh Dinas Perdagangan

Pemantauan Harga Bahan Pokok di Kota Yogyakarta

Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pangan di pasar setempat. Hal ini dilakukan karena beberapa hari terakhir, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Advertisement

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengungkapkan bahwa saat ini harga pangan sedang mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan pasokan, permintaan, dan penawaran (supply and demand). Ia menuturkan bahwa kebutuhan masyarakat serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi permintaan terhadap komoditas pangan.

Permintaan meningkat secara otomatis, sehingga harga komoditas pun naik, ujarnya.

Salah satu bahan pokok yang menjadi perhatian adalah telur ayam negeri. Menurutnya, harga telur ayam di Kota Yogyakarta telah mencapai Rp31.000 per kilogram. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan yang ditetapkan pemerintah hanya sebesar Rp30.000 per kilogram.

Ikuti perkembangan harga telur ayam, tetapi kami tetap memantau kondisi di lapangan, katanya.

Veronica juga menyampaikan bahwa Dinas Perdagangan akan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Namun, kegiatan tersebut akan dijadwalkan menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.

Saat ini, kami masih fokus pada pemantauan di lapangan, ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat Kota Yogyakarta agar berbelanja secara bijak. Ia menekankan pentingnya tidak menimbun bahan pokok, mengingat situasi ekonomi yang saat ini sedang tidak stabil.

Kami juga berharap para pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan. Meskipun pedagang mencari keuntungan, kami berharap harga yang ditawarkan tetap wajar, tambahnya.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kenaikan harga bahan pokok, antara lain:

  • Permintaan yang meningkat: Program MBG dan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi berdampak langsung pada permintaan terhadap bahan pangan.
  • Ketersediaan pasokan: Jika pasokan tidak sebanding dengan permintaan, harga cenderung naik.
  • Perubahan iklim dan cuaca: Cuaca yang tidak menentu bisa memengaruhi produksi pertanian, sehingga memengaruhi ketersediaan bahan pangan.
  • Biaya produksi dan distribusi: Kenaikan biaya transportasi, tenaga kerja, dan bahan baku juga berkontribusi pada kenaikan harga.

Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Harga

Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui berbagai langkah. Salah satunya adalah dengan memperketat pengawasan terhadap pedagang dan distributor. Selain itu, pihak dinas juga akan menggelar GPM sebagai salah satu strategi untuk menstabilkan harga di pasar.

[GAMBAR-0]

Tips Berbelanja Bahan Pokok yang Bijak

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam berbelanja bahan pokok. Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:

  • Beli sesuai kebutuhan: Hindari membeli dalam jumlah besar yang tidak diperlukan.
  • Cek harga secara berkala: Pastikan harga yang dibayar sesuai dengan standar yang berlaku.
  • Pilih tempat belanja yang terpercaya: Memilih toko atau pasar yang memiliki harga yang jelas dan transparan.
  • Ikuti informasi dari pemerintah: Pemerintah sering memberikan informasi terkini tentang harga bahan pokok dan kebijakan terkait.

[GAMBAR-1]

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar