
Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional Tahun Ini Berikan Peluang Besar
Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang dirayakan setiap tanggal 24 Oktober menjadi momen penting untuk mengapresiasi para pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor. Dalam rangkaian perayaan tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan perputaran uang sebesar Rp 50 miliar selama bulan Oktober. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan yang digelar, termasuk pekan raya ekraf yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu acara utama dalam perayaan Hekrafnas adalah program kampanye nasional #OktoberKreasi. Acara ini mencakup berbagai aktivitas seperti pameran produk ekonomi kreatif yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Sudirman, Jakarta Selatan. Pameran ini menjadi wadah bagi pelaku ekraf untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik dan calon pembeli.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan bahwa capaian target perputaran ekonomi kreatif tersebut akan dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, akademisi, DPR/MPR, dan masyarakat. Ia berharap, dalam pekan raya ekonomi kreatif, perputaran uang minimal mencapai Rp 50 miliar.
Kegiatan Ekonomi Kreatif Di Berbagai Bentuk
Tahun ini, kegiatan ekonomi kreatif digelar dalam berbagai bentuk, termasuk pasar kreatif yang diadakan di lebih dari 20 area di Indonesia. Tiga subsektor yang masih mendominasi kontribusi terbesar adalah kuliner, kriya, dan fesyen. Namun, sektor digital disebut sebagai rising star baru dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Irene menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Hal ini karena mampu mendorong perekonomian masyarakat berbasis kreativitas dan keunikan produk lokal. Menurutnya, konsumen global semakin mencari produk yang memiliki ciri khas, terbatas, memiliki nilai cerita, serta berdampak positif terhadap lingkungan.
Dengan kekayaan budaya dan kreativitas yang dimiliki para pelaku lokal, posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi kreatif dunia sangat kuat. Namun, ia menilai masih ada tantangan yang perlu dibenahi, yaitu rendahnya kepercayaan diri pelaku kreatif dalam mengangkat kisah di balik produknya atau storynomics.
Pekan Raya Ekraf Menjadi Wadah Kolaborasi
Pekan raya ekraf diikuti oleh lebih dari 500 jenama dari 17 subsektor ekonomi kreatif, dengan target mencapai 2.000 merchant ikut serta hingga akhir Oktober. Ketua Komite Hekrafnas Rezza Artha menyampaikan bahwa pelaku-pelaku usaha ini sudah bergabung dari 17 subsektor. Ada 500 yang malam ini sudah bergabung.
Para pelaku ekraf yang tergabung berasal dari berbagai daerah, termasuk Papua, yang tahun ini turut merayakan Hari Ekonomi Kreatif Nasional secara serentak. Kegiatan pekan raya ekraf diharapkan menjadi wadah kolaborasi antarpelaku ekraf, sekaligus ajang promosi bagi produk-produk lokal.
Kebudayaan Sebagai Sumber Inspirasi
Wamen Ekraf menambahkan, Hari Ekonomi Kreatif Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali akar budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi utama dalam menciptakan nilai ekonomi. Ia menyebut, kebudayaan merupakan source code dari ekonomi kreatif yang menjadikan karya anak bangsa relevan di mata dunia dan dekat dengan generasi muda.
Di mana ekonomi kreatif bukan sekadar sektor hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi dengan nilai tambah tinggi. Orang-orang ingin belinya adalah barang-barang yang unik, cuma punya kamu doang atau yang nggak banyak orang punya. Kemudian ada storytelling-nya dan ada dampak sustainability ke environment-nya. Nah, Indonesia positioning-nya untuk para pejuang ekraf itu sebenarnya bagus banget.
Komentar
Kirim Komentar