
jatim.aiotrade, SURABAYA - Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur memberikan apresiasi khusus kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas dalam PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh atlet-atlet asal Jawa Timur.
Para atlet peraih medali emas mendapatkan hadiah berupa umrah gratis dari PGSI Jatim. Acara penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam suasana yang hangat dan sederhana di Breeze Bean Coffee, Jalan Pandegiling Nomor 63, Surabaya, pada hari Minggu (26/10). Acara ini menjadi momen penting untuk mengapresiasi perjuangan para atlet selama kompetisi.
Dewan Penasehat PGSI Jatim, Totok Lusida, menyampaikan kebanggaannya terhadap atlet-atlet yang mampu membawa nama baik Jawa Timur di tingkat nasional. Ia menekankan bahwa setiap karier tidak dimulai dari puncak. Oleh karena itu, ia berharap para atlet tetap semangat dan bekerja keras untuk diri sendiri maupun keluarga.
Maju terus, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda Indonesia, ujar Totok. Ia juga mendorong atlet untuk berbagi kisah perjuangan mereka agar semangat juang dapat menular ke generasi muda lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, Dedy Suharyadi, menyoroti bahwa setiap prestasi besar lahir dari perjuangan panjang dan kolaborasi berbagai pihak. Ia berharap agar semua pengprov cabang olahraga bisa bekerja sama untuk kemajuan Jawa Timur, Indonesia, serta prestasi dunia.
Ketua PGSI Jatim, Ficky Erastho, juga menyampaikan rasa bangganya terhadap atlet gulat yang telah berjuang keras untuk membawa pulang medali. Ia mengungkapkan bahwa ia sulit tidur sebelum PON Bela Diri karena kekhawatiran akan performa atlet. Namun, ia sangat puas dengan kerja keras dan latihan tanpa henti yang dilakukan oleh para atlet.
Salah satu atlet peraih medali emas, Axel Mannuela dari Kediri, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan. Atlet yang juga meraih emas di PON AcehSumut 2024 dan perak di PON Papua 2021 ini menjelaskan bahwa kunci kemenangan adalah menjaga mental. Ia menuturkan bahwa jika bisa mendapatkan poin duluan di awal pertandingan, mental akan lebih tenang. Saat sudah menang, permainan lebih teratur dan napas lebih stabil.
Dalam ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, PGSI Jawa Timur mengirimkan 11 atlet dan berhasil meraih 6 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Event ini menjadi ajang seleksi nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya.
Komentar
Kirim Komentar