
Penyakit Polio Masih Mengancam, Indonesia Perlu Waspada
Polio, atau poliomyelitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini bisa menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian dalam kasus yang parah. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan tinja penderita atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bisa juga menular lewat percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
Anak-anak di bawah usia 5 tahun adalah kelompok paling rentan, terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio. Awalnya, gejala penyakit ini mirip flu: demam, nyeri otot, dan lemas. Dalam kasus berat, virus menyerang saraf dan menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan. Bisa memengaruhi saraf pernapasan, sehingga penderita kesulitan bernapas.
Meskipun Indonesia telah menyatakan bebas polio sejak 2014, ancamannya masih ada. Pada tahun 2024, Indonesia mencatat 7 kasus polio tipe cVDPV2 (vaksin-derived poliovirus tipe 2). Kasus-kasus ini tersebar di beberapa wilayah, termasuk Papua Pegunungan dan Halmahera Selatan, Maluku Utara, dengan kasus terakhir tercatat pada 15 Mei 2024. Fakta ini menunjukkan bahwa risiko polio masih ada, terutama jika cakupan imunisasi tidak dijaga. Oleh karena itu, program vaksinasi dan pengawasan ketat tetap menjadi prioritas nasional.
Gerakan Nasional Together We End Polio!
Fakta ini rupanya menggugah sebuah klub atau organisasi layanan kemanusiaan Rotary Indonesia. Ribuan dari 106 klub di seluruh Indonesia akan menggelar aksi nasional Together We End Polio! pada Minggu pagi, 26 Oktober 2025. Sebuah gerakan serentak yang menandai komitmen global dan lokal dalam mengakhiri penyakit polio di muka bumi.
Kick-off nasional dilangsungkan di Awan Costa, Semarang, dan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Dalam kesempatan itu, Gubernur secara khusus juga mengajak seluruh bupati dan wali kota se Jawa Tengah untuk bergabung dalam gerakan bersama demi Indonesia bebas polio.
Karena kita tidak boleh abai hanya karena merasa polio sudah hilang. Begitu ada satu anak lumpuh karena polio, artinya seluruh dunia belum aman. Saatnya kita bergerak, bukan sekadar bicara, tegas Dyah Anggraeni, District Governor Rotary 3420 Indonesia.
Berbagai Kegiatan Kampanye di Berbagai Kota
Di Semarang, kegiatan utama berupa Fun Run 3 km, 5 km, dan 10 km yang diikuti oleh masyarakat umum, pelajar, komunitas olahraga, dan anggota Rotary. Di Surabaya, kampanye Together We End Polio akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dengan rangkaian kegiatan yang sangat beragam, mulai dari: Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak PAUD, TK, dan SD, Sosialisasi UNICEF tentang pentingnya imunisasi polio, Donor darah gratis, Pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan, Pemeriksaan ibu hamil dan gigi anak, dan lainnya.
Di Bali, kampanye Together We End Polio Now difokuskan di Kota Denpasar, dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai komunitas dan masyarakat umum. Kegiatan bakal dibuka oleh Wali Kota Denpasar, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan dimeriahkan oleh berbagai aktivitas kesehatan seperti senam, yoga, dan zumba massal, pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata, mulut, gigi, layanan akupunktur dan fisioterapi gratis untuk masyarakat.
Dari Solo, massa akan berkumpul di Area Car Free Day depn Dalem Wuryoningratan, Danar Hadi, lokasi ikonik yang ramai setiap Minggu pagi. Beberapa club akan menyambut masyarakat dengan Line Dance, edukasi publik, dan berbagai games menarik. Acara ini juga mengundang Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang dijadwalkan hadir untuk memberikan dukungan terhadap gerakan End Polio Now.
Rekor MURI dan Partisipasi Publik
Sebagai bagian dari kegiatan nasional ini, Rotary Indonesia juga akan mencatatkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk kategori Penyuluhan Polio Serentak Peserta Terbanyak yang dilaksanakan secara daring dan luring di seluruh Indonesia. Langkah ini memperkuat posisi klub kemanusiaan dalam mendukung Global Polio Eradication Initiative (GPEI) kemitraan global antara Rotary International, WHO, UNICEF, dan Bill & Melinda Gates Foundation yang telah menurunkan kasus polio dunia lebih dari 99 persen.
Keterlibatan Publik dan Aksi Kolaboratif Rotary membuka partisipasi masyarakat umum di seluruh daerah untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dari Fun Run di Semarang, Festival Kesehatan di Surabaya, Aksi Kesehatan di Denpasar Bali dan Solo, hingga kegiatan sosial di berbagai daerah, seluruh kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi masyarakat, pemerintah daerah, organisasi kesehatan, dan komunitas internasional untuk menjaga generasi masa depan dari ancaman polio.
Kesimpulan
Dalam press conference ini District Governor Dyah didampingi oleh National PolioPlus Committee Chair for Indonesia, Past District Governor Thomas Aquinas menambahkan bahwa Kampanye nasional Together We End Polio diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas kemanusiaan Indonesia bukan hanya sebagai peringatan World Polio Day, tetapi sebagai gerakan nyata menuju masa depan yang sehat, tangguh, dan bebas polio.
Komentar
Kirim Komentar