
Kehidupan dan Warisan Ratu Sirikit
Ratu Sirikit Kitiyakara, yang dikenal sebagai Ibu Suri dari Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (Rama IX), meninggal pada usia 93 tahun di sebuah rumah sakit di Bangkok pada pukul 21.21 Jumat, 24 Oktober 2025. Kepergiannya menandai akhir dari masa kehidupan seorang tokoh penting dalam sejarah kerajaan Thailand. Ibu Suri adalah istri dari raja yang memerintah selama lebih dari tujuh dekade sebelum wafat pada 2016.
Pernikahan antara Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit berlangsung pada 28 April 1950, hanya sepekan sebelum penobatan Raja Bhumibol sebagai pemimpin negara tersebut. Hubungan mereka menjadi ikon kesetiaan dan dukungan dalam kehidupan kerajaan. Selama bertahun-tahun, Ratu Sirikit menjadi pendamping setia dan pengaruh besar dalam kebijakan serta kesejahteraan rakyat Thailand.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa penyebab kematian Ratu Sirikit disebabkan oleh kondisi kesehatan yang terus menurun sejak 2019. Meskipun demikian, ia tetap menjadi simbol kekuatan dan keteguhan bagi masyarakat Thailand.
Upacara Pemakaman Kerajaan
Sebelum wafatnya Ratu Sirikit, Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan untuk menyelenggarakan upacara pemakaman kerajaan di Dusit Throne Hall, Istana Raja Bangkok. Upacara ini akan menjadi momen penting dalam sejarah kerajaan Thailand, dengan partisipasi keluarga kerajaan dan seluruh aparat kerajaan.
Masa berkabung akan berlangsung selama satu tahun penuh, sesuai dengan tradisi dan norma kerajaan. Selama periode ini, seluruh aktivitas publik akan disesuaikan agar sesuai dengan prosesi duka cita yang layak.
Anak-Anak dan Garis Suksesi Kerajaan
Ratu Sirikit meninggalkan empat orang anak, termasuk Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) dan tiga putri: Ubolratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulabhorn Walailak. Keempat anak ini memiliki peran penting dalam dinamika kerajaan dan masyarakat Thailand.
Raja Maha Vajiralongkorn, yang memiliki nama lengkap Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, adalah pewaris tunggal Kerajaan Thailand. Ia merupakan putra satu-satunya dari Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit. Namun, hubungan Raja Vajiralongkorn dengan keluarganya tidak selalu mulus.
Putra Mahkota Raja Vajiralongkorn memiliki seorang putri dari pernikahan pertamanya, serta lima anak, empat putra dan satu putri dari istri keduanya. Namun, setelah menceraikan istri keduanya pada tahun 1996, Raja Vajiralongkorn tidak lagi mengakui keempat putra dari pernikahan tersebut.
Sehingga, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti (lahir 29 April 2005) menjadi pewaris takhta Kerajaan Thailand. Ia merupakan putra Mahkota, putra ke lima dan anak ketujuh sekaligus anak bungsu Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) dari pernikahannya dengan Srirasmi Suwadee, istri sah ketiga sang raja.
Dipangkorn menjadi satu-satunya putra yang diakui secara resmi dan memiliki hak dalam garis suksesi takhta. Peran dan tanggung jawabnya sangat besar dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kerajaan Thailand.
Peran Ratu Sirikit dalam Sejarah
Ratu Sirikit bukan hanya seorang istri raja, tetapi juga sosok yang memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan negara. Ia dikenal sebagai figur yang ramah dan peduli terhadap rakyat. Banyak proyek sosial dan kemanusiaan yang ia lakukan selama hidupnya.
Kehidupan dan warisan Ratu Sirikit akan terus diingat oleh masyarakat Thailand sebagai bagian dari sejarah bangsa. Kepedulian dan dedikasinya terhadap negara dan rakyatnya menjadi contoh teladan bagi generasi mendatang.
Komentar
Kirim Komentar