
Komitmen Pemda Teluk Bintuni dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Lokal
Pemerintah Daerah (Pemda) Teluk Bintuni terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah bekerja sama dengan Petrotekno, lembaga pelatihan minyak dan gas berskala nasional. Lewat kolaborasi tersebut, kini sudah ratusan warga Teluk Bintuni yang mendapat pelatihan di Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM). Program ini menjadi wujud nyata keseriusan daerah dalam mencetak tenaga kerja profesional di sektor migas dan industri penunjang.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, mengatakan bahwa peserta pelatihan yang berasal dari putra-putri lokal menunjukkan kemampuan luar biasa. Hal itu terlihat jelas saat mereka mempresentasikan hasil pelatihan dan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah kemudian mengajak manajemen Petrotekno untuk berdiskusi dan mengajak untuk datang berkunjung ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk melihat potensi kerjasama pengembangan SDM langsung di Bintuni, ujarnya.
Setelah beberapa kali kunjungan dan pembahasan, Petrotekno akhirnya mengajukan skema pelatihan yang bisa dijalankan langsung di Teluk Bintuni. Program ini dirancang agar masyarakat tidak perlu lagi terbang ke fasilitas pelatihan Petrotekno di Ciloto, Puncak, yang berdurasi tiga tahun dan membutuhkan biaya besar.
Pelatihan tidaklah bisa disamakan dengan pelatihan yang ada di fasilitas Petrotekno di Ciloto, Puncak yang berdurasi 3 tahun. Karena biaya operasional dari program tidaklah memungkinkan untuk Pemerintah Daerah, tuturnya.
Dari hasil diskusi, disepakati bahwa pelatihan akan dijalankan selama 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas, dengan kapasitas maksimal 100 peserta setiap gelombang.
Program yang dimulai pada 2018 ini akan diprioritaskan kepada Tujuh Suku dan Orang Asli Papua termasuk kepada masyarakat lokal yang telah memiliki KTP Kabupaten Teluk Bintuni, paparnya.
P2TIM sebagai Pusat Pelatihan Berbasis Industri
Kerja sama tersebut kemudian diwujudkan dengan berdirinya P2TIM Teluk Bintuni, yang beroperasi di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Teluk Bintuni. Kehadiran P2TIM menjadi pusat pelatihan berbasis industri yang fokus pada peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja lokal.
Menurut Ongen, keberadaan P2TIM terbukti efektif dalam menekan angka pengangguran terbuka di Teluk Bintuni. Berdasarkan data BPS tahun 2024 yang disampaikan Bupati dalam pidato pertanggungjawabannya, tingkat pengangguran di wilayah tersebut turun hingga 3,16 persen, dengan 6575 persen lulusan P2TIM terserap langsung ke dunia industri.
Keberhasilan para lulusan P2TIM dalam memperoleh pekerjaan sangat ditentukan oleh kemauan dan daya juang dari para lulusan peserta pelatihan, ujarnya.
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Anggaran
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, P2TIM turut diaudit setiap tahun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah pusat memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai prinsip good governance dan tepat sasaran.
Sejak berdiri, hasil pemeriksaan BPK terhadap P2TIM selalu wajar dan dalam norma kesesuaian. Hal ini dimungkinkan karena secara berkala, P2TIM selalu mengirimkan Laporan Pertanggungjawaban kepada Badan Keuangan Daerah, ujar Ongen Pattikawa dalam siaran persnya, Minggu (26/10).
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengembangan SDM
Ia menegaskan, peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya lokal Bintuni adalah hasil nyata dari komitmen pemerintah daerah. Program ini menjadi bentuk pengabdian bagi negeri dari ujung timur Indonesia, agar semakin banyak anak muda Bintuni bersinar di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai informasi, Petrotekno merupakan lembaga pelatihan migas yang telah beroperasi sejak 2007. Berpusat di Ciloto, Puncak, Jawa Barat, lembaga ini dikenal sebagai mitra pelatihan teknis bagi industri migas nasional maupun global, serta menjadi bagian penting dalam pengembangan tenaga kerja profesional Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar