
Timor Leste Resmi Bergabung dengan ASEAN
Timor Leste secara resmi menjadi anggota ke-11 dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) setelah melewati proses yang cukup panjang. Pengukuhan ini dilakukan dalam rangkaian KTT ASEAN ke-47 di Malaysia, yang berlangsung pada 2628 Oktober 2025. Proses aksesi yang memakan waktu hampir 14 tahun akhirnya selesai, membuat Timor Leste menjadi bagian dari keluarga besar negara-negara ASEAN.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan pernyataan mengenai pentingnya keanggotaan Timor Leste dalam kongres tersebut. Ia menekankan bahwa peran Timor Leste di ASEAN melengkapi keluarga besar organisasi tersebut dan menegaskan kembali takdir bersama serta rasa kekerabatan regional yang mendalam.
KTT ASEAN ke-47 dihadiri oleh para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Selain itu, para kepala pemerintahan negara-negara anggota ASEAN serta mitra dialog internasional juga turut hadir dalam acara ini.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada 9 Juli 2025, para menteri luar negeri ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk mendukung proses integrasi Timor Leste ke dalam sistem ekonomi kawasan. Tujuan utamanya adalah mempercepat keterlibatan negara tersebut dalam berbagai perjanjian ekonomi utama ASEAN.
Sejarah Keanggotaan Timor Leste di ASEAN
Timor Leste, sebagai negara termuda di Asia Tenggara, pertama kali mengajukan permohonan keanggotaan ASEAN pada 2011. Ini terjadi hampir sepuluh tahun setelah negara tersebut meraih kemerdekaan dari Indonesia pada 2002. Setelah menjalani proses aksesi terpanjang dalam sejarah ASEAN, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota ke-11 blok tersebut. Sebelumnya, negara ini berstatus sebagai negara pengamat sejak 2023.
Keanggotaan Timor Leste di ASEAN bukan hanya sekadar pencapaian simbolis, tetapi juga langkah strategis untuk memperluas akses terhadap peluang perdagangan, investasi, dan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa, keanggotaan ini menjadi penegasan jati diri bangsa sekaligus strategi untuk memperkuat posisi negara di kancah regional.
Dampak Ekonomi dan Strategis
Menurut laporan dari Channel News Asia, Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, menyatakan bahwa bergabung dengan ASEAN akan memberikan akses bagi negaranya ke pasar dengan lebih dari 600 juta penduduk. Langkah ini dinilai akan menghubungkan Timor Leste lebih dalam dengan rantai pasok regional dan menjadikannya destinasi yang lebih menarik bagi investasi.
- Dengan keanggotaan ini, Timor Leste diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonominya.
- Akses ke pasar regional akan membuka peluang baru untuk ekspor dan impor barang.
- Investasi asing diharapkan meningkat karena stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang lebih jelas.
Kesimpulan
Proses aksesi Timor Leste ke ASEAN telah menunjukkan komitmen kuat dari seluruh anggota ASEAN terhadap prinsip inklusivitas dan persatuan regional. Keanggotaan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Timor Leste, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dengan bergabungnya Timor Leste, ASEAN semakin memperkuat posisinya sebagai organisasi yang mewakili kepentingan bersama negara-negara anggotanya.
Komentar
Kirim Komentar