Ribuan Penonton Hadiri Penutupan Pacuan Kuda Gayo Lues 2025

Ribuan Penonton Hadiri Penutupan Pacuan Kuda Gayo Lues 2025

Ribuan Penonton Hadiri Penutupan Pacuan Kuda Gayo Lues 2025

Penutupan Even Pacuan Kuda Tradisional di Gayo Lues

Pacuan kuda tradisional yang digelar di Stadion Buntul Nege, Blangsere, Kabupaten Gayo Lues, secara resmi ditutup oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi MPd MSi. Even ini berlangsung selama lima hari, mulai dari Selasa (21/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025), dan menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (RI).

Advertisement

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Gayo Lues, unsur Forkopimda, Anggota DPR RI Irmawan, Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah, Ketua dan anggota DPRK Gayo Lues, serta perwakilan dari Kabupaten Aceh Tengah. Acara ini juga menarik perhatian ribuan masyarakat dari berbagai pelosok Kabupaten Gayo Lues dan daerah sekitarnya, seperti Aceh Tenggara.

Peran Pacuan Kuda dalam Melestarikan Budaya

Dalam sambutannya, Bupati Suhaidi menekankan bahwa pacuan kuda bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antara tiga kabupaten di wilayah tengah Aceh. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya tradisional masyarakat Gayo.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemilik kuda dari tiga kabupaten yang berhasil masuk babak final. Namun, ia menyarankan agar para peserta yang tidak masuk babak final tetap bersabar karena dalam setiap perlombaan, menang dan kalah adalah hal yang wajar.

Bupati berjanji bahwa pada even pacuan kuda di Aceh Tengah maupun Bener Meriah mendatang, pejabat dari Kabupaten Gayo Lues akan hadir. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga hubungan baik dan melanjutkan tradisi yang sudah lama ada.

Keberhasilan dan Partisipasi Peserta

Ketua panitia, Muhaimin, menyampaikan bahwa pagelaran pacuan kuda di Stadion Buntul Nege berjalan sangat meriah. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Gayo Lues, tetapi juga dari daerah lain seperti Takengon, Bener Meriah, Kutacane Aceh Tenggara, serta pengunjung dari kabupaten lain di Aceh, bahkan dari Medan Sumatera Utara.

Dari total kuda yang ikut serta dalam even ini, terdapat beberapa kontingen yang berhasil masuk babak final. Dengan rincian, kontingen Aceh Tengah berhasil masuk babak final sebanyak 19 ekor kuda, sedangkan kontingen Bener Meriah mencapai 25 ekor kuda. Sementara itu, kontingen Gayo Lues sebagai tuan rumah hanya mampu mengirimkan 14 ekor kuda ke babak final.

Pemahaman tentang Perlombaan

Muhaimin menekankan bahwa keberhasilan atau kegagalan dalam perlombaan adalah bagian dari proses yang wajar. Ia berharap peserta dapat menjaga sportivitas dan saling mendukung satu sama lain. Meskipun tidak semua kuda bisa masuk babak final, ia yakin bahwa partisipasi mereka telah memberikan kontribusi besar bagi keberlanjutan acara ini.

Even pacuan kuda ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan antar daerah dan menjaga warisan budaya yang sudah ada sejak dulu.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar