Siswa SMPN 2 Mlati Sleman Pulang Setelah Dirawat Akibat Keracunan Menu MBG

Siswa SMPN 2 Mlati Sleman Pulang Setelah Dirawat Akibat Keracunan Menu MBG

Siswa SMPN 2 Mlati Sleman Pulang Setelah Dirawat Akibat Keracunan Menu MBG

Keracunan Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis, 215 Siswa Terdampak

Sebanyak 215 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah mereka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 siswa menjalani rawat jalan, 61 siswa berobat mandiri, dan satu siswa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Gede (RSA UGM). Siswa yang menjalani perawatan inap berasal dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mlati, Sleman.

Advertisement

Kepala SMPN 2 Mlati, Isnan Abadi, menjelaskan bahwa siswa yang dirujuk ke RSA UGM sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Mlati 1. Setelah mendapatkan infus, siswa tersebut kemudian dirujuk ke RSA UGM. "Alhamdulillah, yang dirujuk ke RSA UGM pukul 15.45 WIB tadi sudah boleh pulang," katanya pada Minggu (26/10/2025).

Ia menambahkan bahwa para siswa yang mengalami gejala keracunan kini telah membaik. Bahkan, guru-guru yang sebelumnya juga ikut mengalami keracunan kini sudah pulih kembali.

Penyebab Keracunan

Menurut Isnan, para siswa menerima MBG dengan menu nasi, acar, tahu balado, dan opor ayam pada Kamis (23/10/2025). Makanan tersebut dikirim sekitar pukul 10.30 WIB dan dikonsumsi pada pukul 12.00 WIB. Namun, pada pukul 21.00 WIB, pihak sekolah menerima laporan bahwa siswanya mulai merasakan sakit perut dan diare.

Pada Jumat (24/10/2025) pagi, para siswa mulai menceritakan keluhan yang sama. Seiring waktu, jumlah siswa yang mengalami gejala semakin bertambah. "Pertama ada 12 anak yang dibawa ke puskesmas, setelah itu terus bertambah. Ada 1 anak yang diinfus di Puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSA UGM," ujar Isnan.

Tercatat ada 55 siswa SMPN 2 Mlati, 20 siswa MAN 3 Sleman, dan 13 siswa SDN Jombor Lor yang mendapat perawatan di Puskesmas Mlati 1 pada Jumat (24/10/2025) lalu.

Penanganan oleh Dinas Kesehatan

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel makanan. Sampel yang diambil adalah MBG yang didistribusikan pada Kamis (23/10/2025) kemarin.

Sampel makanan yang diambil meliputi nasi, opor ayam, tahu balado, acar timun wortel, dan buah anggur. Sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (labkesmas) untuk dianalisis lebih lanjut.

"Hasil analisis belum diperoleh. Namun, berdasarkan hasil PE (analisis epidemiologi), gejala yang dirasakan siswa setelah mengonsumsi menu MBG kemarin," ujarnya.

Langkah Pencegahan

Dalam rangka mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak sekolah dan dinas kesehatan akan terus memantau kondisi kesehatan siswa serta memastikan proses distribusi makanan berjalan dengan baik. Selain itu, edukasi tentang keamanan pangan juga akan ditingkatkan agar siswa dan masyarakat lebih waspada terhadap risiko keracunan.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar