
Perkembangan Terbaru dalam Sengketa Paten antara Strava dan Garmin
Pada 21 Oktober 2025, gugatan yang diajukan oleh aplikasi perekam olahraga Strava terhadap perusahaan jam tangan pintar Garmin di Pengadilan Distrik Colorado, Amerika Serikat (AS) telah dicabut. Gugatan ini awalnya diajukan pada 30 September 2025, sehingga usianya hanya sekitar 21 hari. Dalam dokumen resmi, Strava menyatakan bahwa gugatan tersebut ditarik secara sukarela tanpa adanya syarat atau prasangka buruk terhadap Garmin.
Alasan Pencabutan Gugatan
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit alasan Strava mencabut gugatan, banyak analis mengira keputusan cepat ini mungkin berasal dari pembicaraan tertutup antara kedua perusahaan. Menurut laporan dari blog teknologi dan olahraga populer DCRainmaker, Garmin memiliki portofolio paten yang sangat kuat dan rekam jejak yang solid dalam mempertahankan hak intelektualnya. Hal ini bisa membuat Strava merasa lebih baik untuk menarik gugatan, karena kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum yang berat.
Selain itu, langkah hukum Strava dinilai berisiko tinggi secara bisnis. Strava sangat bergantung pada data aktivitas dari jutaan pengguna perangkat Garmin di seluruh dunia. Selain itu, merek smartwatch ini juga diklaim menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Strava. Jika hubungan antara kedua perusahaan benar-benar retak, dampaknya bisa sangat fatal bagi bisnis Strava, terutama jika rencana mereka untuk melakukan IPO sekitar tahun depan terganggu.
Fitur Segments dan Heatmaps yang Disengketakan
Sengketa antara Strava dan Garmin bermula dari dua fitur utama Strava, yaitu Segments dan Heatmaps. Segments memungkinkan pengguna menentukan bagian rute tertentu untuk bersaing meraih waktu terbaik dalam berlari atau bersepeda. Heatmaps menampilkan peta panas jalur populer berdasarkan data GPS jutaan pengguna Strava.
Strava menuding bahwa Garmin melanggar paten fitur-fitur ini dengan mengadopsi konsep serupa di jajaran perangkat Forerunner, Fenix, Epix, hingga Edge, melalui layanan Garmin Connect. Menariknya, menurut laporan DCRainmaker sebelumnya, Garmin justru lebih dulu memperkenalkan fitur peta panas pada 2013, setahun sebelum Strava mengajukan paten heatmap pada 15 Desember 2014 (yang baru diterbitkan pada 2016).
Dugaan Pelanggaran Perjanjian Lama
Selain dugaan pelanggaran paten, Strava juga menuding Garmin melanggar Master Cooperation Agreement (MCA) yang ditandatangani pada 2015. Perjanjian ini awalnya memungkinkan integrasi fitur Strava Live Segments ke perangkat Garmin. Namun, Strava menilai Garmin kemudian mengembangkan fitur serupa di platformnya sendiri, menciptakan sistem tandingan di luar izin yang disepakati.
Ketegangan makin meningkat setelah Garmin menerapkan aturan baru untuk mitra API per 1 Juli 2025. Aturan itu mewajibkan setiap mitra, termasuk Strava, menampilkan logo Garmin di semua aktivitas, grafik, dan konten yang diunggah ke Strava. Jika menolak, Garmin mengancam memutus akses API pada 1 November 2025, sehingga data dari perangkat Garmin tak lagi bisa otomatis tersinkron ke Strava.
Pendapat Strava Mengenai Data Pengguna
Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, menilai kebijakan Garmin merugikan pengguna. Ia menyebut kewajiban menampilkan logo Garmin di setiap aktivitas merupakan bentuk iklan terselubung yang mengorbankan kenyamanan 150 juta pengguna Strava di seluruh dunia. Jika seseorang merekam aktivitas dengan jam tangan Garmin, mereka tetap berhak mengunggah data itu ke Strava tanpa harus menampilkan promosi Garmin, ujar Salazar di forum komunitas Reddit.
Menurut Strava, data olahraga adalah milik pengguna, bukan milik perangkat atau produsen yang merekamnya. Strava mengaku telah menyampaikan keberatan resmi pada Juni dan Juli 2025, tetapi Garmin tidak menanggapi. Akhirnya, Strava menempuh jalur hukum pada 30 September 2025 lalu untuk melindungi paten sekaligus hak pengguna.
Pada akhirnya, Strava mencabut gugatan terhadap Garmin tanpa alasan yang jelas, menandai akhir dari drama hukum singkat antara kedua perusahaan yang berlangsung kurang dari satu bulan.
Komentar
Kirim Komentar