Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Inter Milan Khawatir dengan Kondisi Satu Pemain Usai Kalah dari Napoli

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Inter Milan Khawatir dengan Kondisi Satu Pemain Usai Kalah dari Napoli

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Inter Milan Khawatir dengan Kondisi Satu Pemain Usai Kalah dari Napoli

Cedera Mkhitaryan dan Kekalahan Inter Milan dari Napoli

Inter Milan kini menghadapi tantangan berat pasca pertandingan melawan Napoli. Tim asuhan Cristian Chivu harus menerima kekalahan 3-1 di Stadio Maradona, Sabtu (25/10/2025). Namun, kekalahan tersebut bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi klub. Pasalnya, salah satu pemain utama mereka, Henrikh Mkhitaryan, terpaksa meninggalkan lapangan di awal pertandingan akibat cedera.

Advertisement

Mkhitaryan, gelandang asal Armenia, keluar lapangan pada menit ke-32 setelah mengalami masalah pada otot fleksor paha kirinya. Insiden ini terjadi tak lama setelah terjadinya penalti yang berujung pada gol pembuka Napoli. Klub Inter menyatakan bahwa Mkhitaryan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang untuk menentukan tingkat keparahan cederanya dan estimasi waktu pemulihannya.

Masalah cedera ini datang pada saat yang sangat kritis bagi Inter Milan. Sebelumnya, tim sudah menghadapi permasalahan serius dengan cedera yang menimpa beberapa pemain utama, termasuk Marcus Thuram. Kehilangan Mkhitaryan, yang telah menjadi pilar utama di lini tengah, semakin memperparah situasi tim. Dengan jadwal pertandingan yang padat, Inter kini berisiko kehilangan salah satu pemain kunci yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan dan pengalaman di lapangan.

Lautaro Martinez Jadi Sorotan Usai Kekalahan

Di sisi lain, Lautaro Martinez menjadi sorotan usai kekalahan Inter Milan dari Napoli. Media Italia, Corriere dello Sport, menggambarkan striker Argentina ini sebagai simbol emosional kekalahan tim. Surat kabar tersebut menyoroti rasa frustrasi yang dirasakan oleh kapten Inter, baik karena penampilannya sendiri maupun bentrokan di pinggir lapangan dengan pelatih Antonio Conte.

Corriere dello Sport menyebut bahwa penampilan Lautaro mencerminkan keruntuhan tim. Dalam babak pertama, ia dianggap boros dan tidak beruntung, sedangkan di babak kedua, ia terlihat gugup dan reaktif. Akibatnya, Inter tampil seperti Napoli, meskipun memiliki lini serang terbaik liga.

Surat kabar tersebut juga menyoroti dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh Lautaro. Tendangan satu lawan satu awalnya diselamatkan oleh Milinkovic-Savic, yang dianggap sebagai "kesalahan aneh" bagi seorang striker yang biasanya begitu klinis. Meski demikian, CdS memuji Lautaro atas keberhasilannya mencetak gol penalti yang membawa Inter menyamakan kedudukan menjadi 2-1.

Selain itu, CdS juga mencatat bagaimana Lautaro "menyundul umpan silang Dimarco ke arah lengan Buongiorno yang terangkat," yang memaksa VAR untuk turun tangan. Namun, titik balik pertandingan dianggap sebagai momen psikologis. Peristiwa "Parapiglia di depan bangku cadangan Napoli" dan "agresi keras Lautaro terhadap Conte" dinilai sebagai momen di mana Inter kehilangan fokus.

Kehilangan Fokus dan Kendali

Chivu, pelatih Inter Milan, juga mengakui bahwa timnya "terpancing umpan dan membuang-buang energi" setelah kekalahan tersebut. CdS menyimpulkan bahwa kemarahan Lautaro, entah benar atau tidak, merupakan gambaran tim Inter yang kehilangan kejelasan dan kendali.

Sikap tersebut berdampak signifikan pada pertandingan. Seharusnya, Inter bisa memenangkan pertandingan, tetapi kekalahan ini justru menjadi kemunduran yang merugikan dalam persaingan Scudetto. Dengan kondisi yang semakin rumit, Inter harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa dan mengatasi cedera-cedera yang menghantam skuad mereka.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar