Superlek Siap Hadapi Yuki Yoza di ONE 173

Superlek Siap Hadapi Yuki Yoza di ONE 173

Advertisement

Superlek Kembali ke Ring Lebih Cepat untuk Hadapi Yuki Yoza di ONE 173

Superlek, juara kelas terbang kickboxing ONE Championship, akan segera kembali ke ring lebih cepat dari rencana awalnya. Ia akan menghadapi Yuki Yoza dalam pertandingan kelas bantam kickboxing yang akan berlangsung di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, pada 16 November mendatang.

Sebelumnya, Superlek sebenarnya merencanakan untuk beristirahat hingga awal 2026. Hal ini setelah ia kehilangan sabuk kelas bantam Muay Thai akibat gagal di timbangan dan kemudian kalah poin dari Nabil Anane di ONE 172 pada Maret lalu. Namun, ketika ajang besar ONE 173 diumumkan, petarung yang dikenal sebagai "Mesin Penendang" ini langsung menunjukkan antusiasme yang tinggi.

"Saya tidak pernah membayangkan akan bertarung di ajang besar ini begitu cepat. Saya sudah berencana kembali awal tahun depan," ujar Superlek. "Namun, tim memberi tahu bahwa ada ajang besar yang dijadwalkan pada November di Jepang. Ketika mereka bertanya apakah saya siap dan ingin kembali, saya langsung menjawab ya."

Menurut Superlek, alasan utama ia ingin kembali adalah karena lawannya, Yuki Yoza. Mantan juara K-1 dari Jepang ini telah membangun momentum yang mengesankan dengan mengalahkan Elbrus Osmanov dan mantan juara kelas bantam kickboxing, Petchtanong Petchfergus.

"Alasan utama saya ingin kembali adalah karena lawan saya, Yuki. Saya sudah menonton dia bertarung dan dia menyatakan keinginan melawan saya di Instagram-nya saat saya menghadapi Takeru," tambahnya. "Ketika tim mengumumkan Yuki, saya langsung termotivasi karena ini tantangan besar. Saya bisa melawan bintang besar lain dari Jepang."

Duel Tendangan yang Menarik Perhatian

Superlek mengakui bahwa laga ini akan menjadi pertandingan perang tendangan. Kedua petarung dikenal memiliki teknik kaki yang mematikan. Superlek dikenal dengan tendangannya yang bisa membuat paha lawan seperti daging tercincang, sedangkan serangan Yuki Yoza lebih mengarah ke betis yang bahkan bisa membuat patah tulang kering rival.

Hal ini dimungkinkan karena latar belakang Yoza sebagai karateka yang banyak mengasah tendangan. "Banyak yang menganggap laga kami sebagai duel tendangan. Saya punya gaya menendang sendiri dan Yuki punya gaya ala Jepang," kata Superlek. "Saya pikir kuncinya ada di rencana permainan dan eksekusi."

Superlek juga mengamati gaya bertarung Yoza. "Ketika dia mulai bertarung di ONE, saya menontonnya. Saya perhatikan daya tahan dan output serangannya yang terus-menerus. Gayanya tidak terlalu bervariasi tetapi dia selalu aktif, membuat lawan sibuk," ungkapnya.

Strategi dan Kepercayaan Diri

Meski mengakui kualitas Yoza, Superlek percaya bahwa kesabaran dan IQ ring-nya akan menjadi pembeda. Dia berencana untuk tidak terjebak dalam kekacauan dan akan membalas setiap serangan dengan perhitungan matang.

Bagi Superlek, laga ini juga menjadi kesempatan untuk membuat pernyataan di Jepang, seperti yang ia lakukan saat mengalahkan Takeru Segawa, rekan setim Yoza, di gelaran ONE 165 pada tahun lalu. "Tidak mungkin saya akan berdiri di sana dan membiarkan dia menendang saya dengan bebas. Saya akan menendang balik," tegasnya.

"Saya merasa terhormat bertarung di Jepang. Siapa tahu, dia mungkin menjadi bintang Jepang kedua yang saya kalahkan di negara asalnya. Mungkin bahkan lewat KO," pungkas Superlek.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar