Tanda-Tanda Dipecat Juventus, Igor Tudor Jujur Soal Ancaman Pemecatan

Tanda-Tanda Dipecat Juventus, Igor Tudor Jujur Soal Ancaman Pemecatan

Tanda-Tanda Dipecat Juventus, Igor Tudor Jujur Soal Ancaman Pemecatan

Igor Tudor Tak Takut Dipecat, Siap Hadapi Laga Kritis Lawan Lazio

Igor Tudor, pelatih Juventus, mengungkapkan bahwa ia tidak takut akan pemecatan dari kursi kepelatihan klub. Hal ini disampaikannya setelah beberapa waktu terakhir, isu pemecatannya semakin mengemuka, terutama setelah Bianconeri gagal menang dalam tujuh laga terakhir.

Advertisement

Beberapa hari terakhir, berbagai spekulasi tentang masa depannya mulai muncul. Mulai dari tanda-tanda hingga calon penggantinya di posisi pelatih. Masalah utamanya adalah performa buruk yang terus-menerus dialami oleh Juventus dalam beberapa pertandingan terakhir.

Masa depan Tudor kini ditentukan dari hasil pertandingan melawan Lazio dan Real Madrid. Dua laga tersebut menjadi momen penting bagi dirinya dan tim. Sayangnya, dalam pertandingan melawan Real Madrid, Juventus kembali kalah dengan skor 0-1. Ini memperkuat anggapan bahwa tekanan terhadap Tudor semakin besar.

Laga selanjutnya, Juventus akan menghadapi Lazio dalam lanjutan Serie A. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Olimpico pada 27 Oktober dini hari WIB. Banyak pihak percaya bahwa laga ini akan menjadi penentu nasib Igor Tudor di Juventus.

Jelang pertandingan, Tudor secara terbuka menyampaikan bahwa ia tidak takut dipecat. Ia mengatakan bahwa ia menikmati momen ini dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk klub.

Takut akan pemecatan? Tidak, saya menikmati momennya dan mencoba melakukan yang terbaik, ujar Tudor, seperti dikutip dari sumber yang tidak disebutkan nama.

Pelatih asal Kroasia itu juga menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk Juventus. Usaha ini memberinya kekuatan tambahan untuk menghadapi tantangan yang sedang dihadapinya.

Perasaan ini untuk memberikan segalanya jelas memberi saya kekuatan, katanya. Saya selalu mencoba menantang diri sendiri, mencoba memahami apa yang paling bisa saya lakukan untuk pemain saya.

Untuk membalikkan situasi, Tudor memiliki rencana untuk mengubah taktiknya. Ia akan fokus pada lini serang dan mengorbankan struktur bertahan yang sebelumnya digunakannya.

Laga kontra Lazio di pekan kedelapan Liga Italia 2025-2026 menjadi kesempatan emas bagi Juventus untuk menjaga asa bersaing di papan atas. Akibat rentetan hasil buruk sejak September 2025, Juventus langsung terjun bebas ke peringkat ketujuh klasemen sementara.

Kini, Juventus hanya mengumpulkan 12 poin dari tujuh pertandingan, terpaut enam poin dari Napoli yang berada di puncak klasemen. Kemenangan menjadi harga mati bagi Juventus saat bertandang ke markas Lazio di pekan kedelapan.

Pertandingan antara Lazio dan Juventus memiliki sejarah panjang. Secara keseluruhan, Juventus unggul dalam head to head, dengan 35 kemenangan dari 58 pertemuan sejak 2003. Namun, Juventus memiliki rekor buruk saat bermain di kandang Lazio, yaitu Stadion Olimpico.

Dari lima pertemuan terakhir, Lazio berhasil mengalahkan Juventus sebanyak tiga kali. Sementara itu, dari lima laga terakhir, baik Lazio maupun Juventus juga tidak jauh berbeda. Lazio hanya meraih satu kemenangan, sementara Juventus belum merasakan kemenangan dalam lima laga terakhirnya.

Catatan ini menjadi peringatan tersendiri bagi Juventus, khususnya bagi Igor Tudor. Mereka harus segera bangkit jika ingin tetap bertahan di papan atas Serie A.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar