
Peran Masyarakat dalam Mengurangi Paparan Mikroplastik
Dinas Kesehatan Jakarta memberikan peringatan penting kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar dapat meminimalkan paparan mikroplastik. Penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2021 menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik, yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Menurut Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono, masyarakat Jakarta harus lebih sadar akan penggunaan plastik. Ia menyarankan untuk mengurangi sampah plastik, tidak membakar sampah, serta lebih rajin membersihkan debu di dalam rumah. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi risiko paparan mikroplastik yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.
Dampak Mikroplastik terhadap Kesehatan
Rahmat menjelaskan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan pencernaan. Selain itu, polutan tersebut tidak hanya tersebar di udara, tetapi juga bisa ditemukan dalam makanan dan minuman. Mikroplastik diketahui mampu melukai pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Meskipun dampaknya tidak langsung terasa, efek dari paparan mikroplastik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Pria yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus atau perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena dampak negatif dari mikroplastik.
Risiko Bagi Ibu Hamil dan Janin
Selain itu, Rahmat menyebutkan bahwa mikroplastik juga berisiko bagi ibu hamil dan pertumbuhan janin. Paparan mikroplastik dapat menghambat nutrisi yang diperlukan oleh janin, sehingga berpotensi menyebabkan bayi lahir prematur dengan berat badan yang tidak ideal.
Kerja Sama untuk Pengelolaan Lingkungan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan apresiasi terhadap hasil riset BRIN yang mengungkap adanya kandungan mikroplastik dalam air hujan. Ia menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta akademisi lainnya untuk mengumpulkan data lengkap tentang kualitas lingkungan di Jakarta.
Asep menekankan bahwa diskusi dan kampanye tentang mikroplastik akan terus dilakukan agar masyarakat lebih sadar akan jenis sampah yang dihasilkan setiap hari. Tujuannya adalah agar sampah-sampah tersebut bisa dikelola dengan baik dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.
Langkah Pengendalian Pencemaran Udara
Sejauh ini, Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan beberapa langkah pengendalian pencemaran udara, seperti uji emisi kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mengeluarkan peraturan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat Jakarta.
Komentar
Kirim Komentar