Penguatan Ekosistem Kesehatan di IKN
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus berupaya memperkuat ekosistem kesehatan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pelantikan Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028. Langkah ini menjadi bagian dari strategi OIKN dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik dan merata di ibu kota baru.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menjelaskan bahwa keberadaan dokter spesialis obstetri dan ginekologi sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa selain bertugas di lingkungan internal, tenaga medis juga diminta untuk aktif memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat di kawasan IKN.
“Pertama, kami memfasilitasi POGI Kaltim untuk melaksanakan kegiatan kepengurusan periode 2025–2028 di IKN. Ini bukan hanya pelantikan, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata tenaga medis,” ujarnya.
Alimuddin menambahkan bahwa pihaknya mengharapkan dokter obgyn dapat memberikan sumbangan pengetahuan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak menjadi fondasi utama dalam mencapai target zero kemiskinan di IKN pada 2035.
“Untuk mencapai target zero kemiskinan di IKN pada 2035, semuanya harus dimulai dari masyarakat yang sehat. Generasi unggul dan generasi emas itu lahir dari ibu dan anak yang sehat,” tegasnya.
Fokus pada Pembangunan Sumber Daya Manusia
Selain itu, OIKN juga berkomitmen untuk meningkatkan standar layanan kesehatan di wilayah IKN. Meskipun saat ini sudah tersedia fasilitas seperti puskesmas, pengembangan layanan akan terus dilakukan dengan mengadopsi standar terbaik dari berbagai daerah.
“Standar yang kami maksud adalah standar layanan. Kita ingin layanan kesehatan di IKN terus berkembang, tidak menutup kemungkinan mengadopsi fungsi-fungsi layanan kesehatan terbaik dari daerah lain,” tambahnya.
Komitmen POGI Kaltim
Ketua POGI Kaltim, Noviana Indarti, menegaskan komitmen organisasi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas tenaga medis serta penguatan layanan hingga ke daerah terpencil.