Wagub Fatmawati Sambut Paskibraka Sulsel, Tabungan Pendidikan Jadi Kado Bangga

AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

Trading Autopilot menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang membantu Anda melakukan trading di market spot (Bukan Future) secara otomatis di Binance & Bitget dengan cepat, mudah, dan efisien.

Binance Bitget

Mengapa Trading Crypto Menggunakan Aio Trade?

Aio Trade cocok digunakan untuk semua kalangan, baik Trader Pemula, Profesional, maupun Investor.

24/7 Trading

Aio Trade bekerja sepanjang waktu tanpa henti.

Cepat & Efisien

Menganalisa kondisi pasar secara otomatis.

Strategi AI

Menggunakan AI untuk strategi profit maksimal.

Fitur Timeframe

Memantau harga sesuai timeframe pilihan.

Manajemen Risiko

Mengelola modal otomatis untuk minim risiko.

Averaging & Grid

Teknik Averaging & Grid dioptimalkan AI.

Featured Image

Kebanggaan dan Keberhasilan Dua Pelajar Sulawesi Selatan

Kebahagiaan dan rasa bangga terlihat jelas di wajah Aliah Sakira dan Nadhif Infanteri Ibha, dua siswa asal Sulawesi Selatan yang baru saja menyelesaikan tugas penting sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025. Mereka telah berpartisipasi dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih di Istana Negara, Jakarta.

Kepulangan keduanya disambut dengan hangat oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, di Rumah Jabatan Wagub, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, pada Jumat malam (22/8/2025). Selain memberikan sambutan, Fatmawati juga memberikan tabungan pendidikan sebagai bentuk apresiasi kepada Aliah dan Nadhif. Ia menyebut bahwa keduanya bukan hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

“Ini luar biasa, kalian sudah membawa harum nama Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Hebat sekali, dan saya percaya pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujar Fatmawati sambil menepuk pundak keduanya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih disiplin, giat berlatih, serta siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Pengalaman Berharga yang Mengubah Hidup

Aliah Sakira, yang lahir di Makassar pada 1 Oktober 2008, terpilih sebagai pembawa baki bendera pada upacara penurunan Sang Saka Merah Putih HUT ke-80 RI di Istana Merdeka (17/8). Ia mengungkapkan perasaannya dengan suara bergetar, “Momen langka sekali bisa bertemu teman-teman dari 38 provinsi. Seru, gugup, tapi juga sangat bangga.”

Proses seleksi yang ia lewati sangat ketat, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga akhirnya berhasil masuk 76 besar nasional dari lebih 130 ribu pendaftar. Ia mengaku pengalaman Paskibraka membuatnya lebih disiplin, memantapkan masa depan, dan belajar mempersiapkan segala hal.

Pertemuan antara Aliah dan Wakil Gubernur berjalan hangat dan penuh canda. Aliah bahkan menyebut Fatmawati sebagai sosok yang ramah dan humoris. “Kami bisa sharing pengalaman, bahkan bercanda bersama. Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Semoga anak-anak muda Sulsel terus berprestasi,” ucapnya.

Dedikasi dan Kerja Keras

Sementara itu, Nadhif Infanteri Ibha, siswa SMAN 1 Gowa dan putra dari anggota TNI Kodim 1409 Gowa, aktif dalam olahraga renang dan karate. Ia mengatakan, “Masuk Paskibra adalah jalan baik bagi generasi muda, apalagi yang bercita-cita jadi abdi negara. Saya bersyukur bisa sampai di tahap ini.”

Keberhasilan Nadhif juga dirasakan oleh orang tuanya. Azmach Febriany, ibu Aliah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Wagub. Sedangkan Iqbal Basar, ayah Nadhif, menilai pencapaian putranya sebagai bukti kerja keras dan kedisiplinan sejak kecil.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Dari sisi pemerintah, apresiasi datang dari Muhammad Annas Sudirman, Pelaksana DPPI Makassar, yang mendampingi. Ia menegaskan, terpilihnya Aliah dan Nadhif menjadi bukti keberhasilan seleksi berlapis, mulai dari administrasi, psikotes, tes wawasan kebangsaan, hingga wawancara.

Data Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menunjukkan bahwa setiap tahun ada lebih dari 130 ribu pendaftar Paskibraka Nasional, namun hanya 76 pelajar terpilih. Tahun 2025, Sulsel sukses menempatkan dua wakilnya di antara barisan elit tersebut. Ini menunjukkan bahwa potensi dan dedikasi para pelajar Sulawesi Selatan tidak diragukan lagi.