Perjuangan Siswi SMP Lamongan Bekerja di Warung Hiburan demi Sekolah, Tak Pulang Seminggu

admin | Saturday, 2026-07-18
Thumbnail
Perjuangan Siswi SMP Lamongan Bekerja di Warung Hiburan demi Sekolah, Tak Pulang Seminggu

Kehidupan Berat Seorang Remaja di Lamongan

CA, seorang siswi kelas IX SMP di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, harus menghadapi tantangan hidup yang berat. Ia rela bekerja hingga larut malam di sebuah warung musik untuk membantu menopang kebutuhan keluarga sekaligus mempertahankan impiannya agar tidak putus sekolah. Perjuangan ini dilakoninya setelah kondisi ekonomi keluarga mereka semakin sulit pasca-kematian ibunya dan penghasilan ayahnya sebagai penjual mainan keliling yang tidak menentu.

Kehidupan yang Penuh Tantangan

CA tinggal di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, bersama ayah dan dua saudaranya. Setelah sang ibu meninggal dunia, kehidupan keluarga mereka berubah drastis. Ayah CA, Edi, hanya bekerja sebagai pedagang mainan keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Bahkan, tidak sedikit hari yang dilalui sang ayah tanpa membawa uang sepeser pun saat pulang ke rumah.

Kondisi ekonomi yang serba sulit membuat CA mengambil keputusan yang sangat berat bagi anak seusianya. Selepas pulang sekolah, sekitar pukul 16.00 WIB, CA harus berangkat bekerja di sebuah warung hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Setiap hari, CA hanya menerima upah sekitar Rp25 ribu. Meski nominalnya tidak besar, uang itu sangat berarti untuk membantu kebutuhan keluarga dan menunjang biaya sekolahnya.

Kecemasan yang Menghiasi Hidup CA

Warung tempat CA bekerja merupakan tempat yang menyediakan hiburan musik dan minuman, sehingga dinilai kurang layak bagi seorang anak yang masih duduk di bangku SMP. Bahkan, pernah suatu ketika CA tidak pulang ke rumah selama hampir sepekan karena tetap bekerja di sana. Kejadian itu sontak membuat sang ayah diliputi kecemasan mendalam dan terus memikirkan keselamatan putri tercintanya.

Di balik kerasnya perjuangan tersebut, CA sebenarnya hanya memiliki satu harapan sederhana, yakni bisa terus melanjutkan pendidikan hingga lulus sekolah. Beruntung, keinginan tulus itu akhirnya sampai ke telinga seorang pegiat sosial yang juga anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo.

Bantuan dari Pegiat Sosial

Ipda Purnomo datang langsung ke rumah keluarga CA. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan gadis remaja tersebut tidak lagi bekerja di warung malam dan dapat kembali fokus menjalani pendidikannya. Suasana haru tak terbendung ketika Pak Purnomo tiba di rumah sederhana keluarga tersebut. Tangis keluarga seketika pecah, dan sang ayah tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kesulitan ekonomi yang selama ini menghimpit mereka.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Pak Purnomo memberikan bantuan berupa modal usaha agar keluarga bisa kembali berjualan di depan rumah. Bantuan modal itu diberikan bukan tanpa alasan. Menurut cerita keluarga, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dan ibunya masih hidup, CA pernah membantu berjualan makanan ringan di depan rumah. Usaha kecil itu sempat menjadi tambahan penghasilan keluarga, sebelum akhirnya terpaksa berhenti total setelah sang ibu meninggal dunia.

Harapan Baru untuk CA

Kini, harapan yang sempat mati itu kembali dihidupkan. Melalui bantuan modal usaha tersebut, diharapkan CA tidak lagi harus bekerja hingga larut malam. CA dapat lebih fokus belajar sekaligus membantu menjaga kedua adiknya di rumah, sementara sang ayah bisa kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Purnomo menyatakan akan terus mendampingi keluarga tersebut agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan mampu menjadi sumber penghasilan tetap. Ipda Purnomo berharap tidak ada lagi anak yang harus mempertaruhkan masa depannya dengan bekerja di lingkungan yang tidak sesuai demi mempertahankan pendidikan.

"Alhamdulillah, CA mau meninggalkan pekerjaannya itu, dan fokus sekolah. Besok Senin (20/7/2026) saya akan ke sekolah di mana CA menimba ilmu, dan hari ini, Sabtu (18/7/2026) saya kembali ke rumah si ndok CA menambah bantuan untuk berjualan di rumah," kata Purnomo, Sabtu.

Cerita yang Menginspirasi

Kisah CA menjadi potret nyata perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana yang rela mengorbankan waktu dan masa remajanya agar tetap bisa mengenyam pendidikan. Di balik keterbatasan ekonomi, semangatnya untuk tetap bersekolah menjadi pengingat masih banyak anak Indonesia yang harus berjuang lebih keras hanya untuk mempertahankan hak memperoleh pendidikan yang layak.

Label: #berita#pendidikan masyarakat#berita lokal#masalah sosial#jurnalistik