![]()
jabar.Celetuk Bocil, JAKARTA - PT PAM Jaya (Perseroda) akan memberikan surat peringatan kepada salah satu mitra kerjanya, PT Moya Indonesia, setelah tiga pekerja subkontraktor meninggal saat mengerjakan proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penegakan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang berujung pada korban jiwa.
Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa mitra kerja tersebut harus bertanggung jawab penuh terhadap penyelesaian masalah yang timbul akibat insiden ini, baik kepada keluarga korban maupun sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi. Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, PAM Jaya juga meminta pertanggungjawaban kepada keluarga korban. Perusahaan juga menginstruksikan PT Moya untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh bersama pihak berwenang guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Menurut Prasetyo, PAM Jaya tidak hanya menunggu hasil evaluasi dari mitra kerja, tetapi juga akan mengambil langkah sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama yang berlaku.
"PAM Jaya akan memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.
Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan konstruksi.
"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," demikian pernyataan resmi PT Moya Indonesia.
Proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih yang bertujuan meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat Jakarta.
Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada Kamis (9/7/2026). Tim pemadam kebakaran menerima permohonan evakuasi pada pukul 09.49 WIB dan berhasil mengevakuasi ketiga korban sekitar pukul 11.55 WIB.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa salah satu korban merupakan warga negara asing. Ketiga korban diketahui merupakan pekerja subkontraktor yang bertugas dalam proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih tersebut.
Hingga saat ini, proses penyelidikan mengenai penyebab insiden masih berlangsung. PAM Jaya menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus serta memastikan evaluasi terhadap aspek keselamatan kerja dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa pada proyek-proyek berikutnya.