24 Contoh Deskripsi Nilai PAI di Raport Kurikulum Merdeka untuk SMP dan SMA

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai 24 Contoh Deskripsi Nilai PAI di Raport Kurikulum Merdeka untuk SMP dan SMA, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.
24 Contoh Deskripsi Nilai PAI di Raport Kurikulum Merdeka untuk SMP dan SMA

Contoh Deskripsi Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Raport Kurikulum Merdeka

Dalam pengembangan kurikulum merdeka, salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh guru adalah memberikan deskripsi atau narasi untuk setiap nilai mata pelajaran. Hal ini berlaku juga untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan dari penulisan deskripsi nilai ini adalah agar orang tua, guru, dan siswa dapat memahami perkembangan belajar siswa secara lebih jelas, sehingga dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan hasil belajar pada semester berikutnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Oleh karena itu, deskripsi nilai yang ditulis harus menggunakan kalimat yang baik dan mudah dipahami. Berikut ini beberapa contoh deskripsi nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bisa digunakan oleh guru dalam raport Kurikulum Merdeka:

  • Siswa menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap konsep dasar keimanan, mampu menjelaskan rukun iman dan rukun ibadah dengan jelas. Pemahamannya ini menjadi landasan kuat bagi praktik ibadah yang ia jalankan sehari-hari.
  • Siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam mempraktikkan tata cara ibadah wajib sehari-hari (misalnya salat/doa/ritual), menjalankannya dengan runtut, serta menunjukkan sikap disiplin yang terpuji.
  • Siswa menunjukkan sikap sangat baik dalam menghargai keragaman teman sekelas, aktif berinteraksi dengan menghormati perbedaan agama atau keyakinan, serta selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang damai.
  • Siswa konsisten menerapkan nilai kejujuran (siddiq) dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas personal maupun tugas kelompok, menjadi teladan bagi teman-temannya dalam menjaga integritas diri.
  • Siswa menunjukkan sikap peduli yang tinggi dan proaktif terhadap kesulitan teman sekelas. Ia memiliki empati yang kuat dan cepat tanggap dalam menawarkan bantuan, mencerminkan akhlak sosial yang terpuji.

  • Siswa memiliki disiplin waktu yang baik, terutama dalam menjalankan kewajiban agama seperti menunaikan ibadah tepat waktu dan menyelesaikan tugas sekolah sesuai batas waktu yang ditentukan.
  • Siswa mampu mengendalikan emosi dengan baik dan selalu bersikap sabar saat menghadapi perbedaan pendapat dalam diskusi kelas, menunjukkan kedewasaan dalam bersikap dan bertutur.
  • Siswa aktif mengajukan pertanyaan yang mendalam dan relevan dalam kelas. Inisiatifnya ini membantu dirinya dan teman-teman lain untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran agama yang sedang dipelajari.
  • Siswa mampu merefleksikan nilai-nilai agama yang dipelajari dan secara aktif mengaitkannya dengan pengalaman hidup sehari-hari, menunjukkan bahwa pelajaran agama sudah menjadi bagian dari pembentukan karakternya.
  • Siswa berani mengambil peran sebagai contoh dalam memimpin kegiatan kelompok kecil. Ia melakukannya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika agama, memastikan keadilan dan inklusivitas dalam kelompoknya.

  • Siswa menunjukkan pemahaman dasar tentang sikap tenggang rasa dan menghindari sikap ekstremisme atau pemaksaan pendapat, menunjukkan pemikiran yang terbuka dan menghargai keragaman.
  • Siswa aktif menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan alam. Ia menunjukkan inisiatif dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari nilai kebersihan iman.
  • Siswa sangat mampu menganalisis sumber-sumber ajaran agama secara komprehensif, dan mahir mengaitkannya dengan isu-isu kontemporer, seperti etika dalam penggunaan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
  • Siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan rasional yang tinggi. Ia sangat bijak dalam menyikapi informasi keagamaan yang cepat beredar di media sosial, selalu mengedepankan verifikasi dan kedalaman makna.
  • Siswa secara konsisten menjalankan ibadah wajib dan menunjukkan inisiatif yang kuat dalam melaksanakan ibadah sunnah/tambahan, menunjukkan kesadaran spiritual sebagai wujud tanggung jawab personalnya.

  • Siswa memegang teguh integritas dan kejujuran dalam segala aktivitas, baik saat ujian, penugasan kelompok, maupun interaksi sosial, menjadikannya figur yang dapat dipercaya.
  • Siswa aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang berbasis nilai agama dan kemanusiaan, menunjukkan kesadaran bahwa nilai agama harus terwujud dalam kontribusi nyata untuk masyarakat.
  • Siswa mampu mengkomunikasikan pandangan keagamaan dengan bahasa yang santun, logis, dan inklusif, sehingga mampu diterima oleh audiens yang beragam tanpa menimbulkan perpecahan.
  • Siswa menunjukkan kemandirian yang tinggi dalam mengambil keputusan etis yang sulit, selalu merujuk pada prinsip-prinsip ajaran agama tanpa mudah terpengaruh oleh tekanan negatif lingkungan pergaulan.
  • Siswa memahami dan mempraktikkan prinsip moderasi beragama dengan sangat baik, termasuk menjunjung tinggi komitmen kebangsaan dan menunjukkan toleransi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Siswa mampu membandingkan dan menghargai nilai-nilai etika universal yang selaras dengan ajaran agamanya, menunjukkan bahwa ia memiliki wawasan luas tentang pentingnya beretika dalam konteks global.
  • Siswa sangat reflektif terhadap tujuan hidup dan peran dirinya, menunjukkan kesadaran yang mendalam mengenai tanggung jawab sebagai hamba Tuhan dan sebagai pemimpin (khalifah) di muka bumi.
  • Siswa sangat terbuka dan proaktif untuk berkolaborasi dengan teman dari latar belakang agama/keyakinan berbeda dalam proyek bersama, menunjukkan sikap inklusif yang dewasa.
  • Siswa berusaha aktif memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana sekolah yang damai, beretika, dan religius, menjadikannya agen perubahan yang membawa dampak baik bagi komunitas sekolah.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai 24 Contoh Deskripsi Nilai PAI di Raport Kurikulum Merdeka untuk SMP dan SMA. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar