300 Bus AKAP-AKDP Diperiksa Jelang Nataru, Armada Tak Layak Dikeluarkan dari Terminal Sumenep

300 Bus AKAP-AKDP Diperiksa Jelang Nataru, Armada Tak Layak Dikeluarkan dari Terminal Sumenep

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik 300 Bus AKAP-AKDP Diperiksa Jelang Nataru, Armada Tak Layak Dikeluarkan dari Terminal Sumenep. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


SUMENEP, aiotrade
Pemeriksaan kelayakan armada angkutan umum di Terminal Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilakukan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sebanyak 300 armada bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) diperiksa untuk memastikan kondisi kendaraan aman dan siap melayani penumpang yang mengalami lonjakan selama masa liburan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Wiraraja, Handoko Imam Hanafi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Tujuan utamanya adalah memastikan semua armada yang beroperasi dalam kondisi layak jalan dan aman bagi penumpang.

  • Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas terminal, kepolisian lalu lintas, serta instansi lain yang berwenang.
  • Proses pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat musim liburan, tetapi juga secara rutin setiap pekan.
  • Pemeriksaan administratif fokus pada kelengkapan dokumen kendaraan seperti Kartu Pengawasan (KPS) dan uji KIR.
  • Dari sisi teknis, komponen utama kendaraan seperti sistem rem, ban, suspensi, kaca, lampu utama, dan lampu sein diperiksa.
  • Kelengkapan keselamatan penumpang seperti alat pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat juga menjadi perhatian utama.

Dalam pemeriksaan tersebut, masih ditemukan beberapa pelanggaran teknis. Salah satu masalah yang sering ditemukan adalah kerusakan kaca depan. Jika kondisinya sudah parah, armada tersebut dianjurkan untuk segera diganti sebelum kembali beroperasi.

Selain itu, kadang ada armada dengan masa berlaku KIR yang sudah habis. Atas pelanggaran tersebut, petugas memberikan tindakan tegas. Beberapa armada bahkan dilarang beroperasi, dan jika melanggar, bus tersebut akan ditilang dan dikeluarkan dari terminal. Bus yang dikeluarkan harus berangkat kosong tanpa penumpang.

  • Temuan KIR mati sering terjadi, bahkan hingga sebulan sekali masih ada saja armada yang melanggar.
  • Pemeriksaan rutin membantu memantau kondisi armada dan mendisiplinkan operator angkutan umum.
  • Selain pemeriksaan teknis, petugas juga memastikan kelengkapan dokumen kendaraan sesuai aturan.

Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para penumpang selama masa Nataru. Pihak terminal terus berupaya agar semua armada yang beroperasi dalam kondisi prima dan mematuhi regulasi yang berlaku.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar