4 Fakta Persebaya Surabaya vs Borneo FC! Kekuatan Terganggu dari Lapangan hingga Cadangan

4 Fakta Persebaya Surabaya vs Borneo FC! Kekuatan Terganggu dari Lapangan hingga Cadangan

Kabar lapangan tengah memanas hari ini. Terkait 4 Fakta Persebaya Surabaya vs Borneo FC! Kekuatan Terganggu dari Lapangan hingga Cadangan, para suporter tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.


aiotrade
— Banyak fakta menarik mengenai Persebaya Surabaya muncul menjelang pertandingan melawan Borneo FC. Kondisi yang tidak ideal di berbagai lini, baik dari bangku cadangan hingga lapangan, menjadi gambaran jujur mengenai situasi Green Force menjelang pertandingan penting Super League. Tidak hanya menghadapi lawan yang kuat, Persebaya Surabaya juga datang dengan masalah internal yang belum sepenuhnya selesai.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Persebaya Surabaya akan menghadapi Borneo FC dalam kondisi yang jauh dari ideal. Mulai dari posisi pelatih hingga kesiapan tim di lapangan, Green Force terlihat seperti berjalan dengan satu kaki.

Masalah Utama: Kursi Pelatih Kepala Kosong

Masalah utama Persebaya Surabaya masih berpusat pada posisi pelatih kepala yang kosong. Sejak berakhirnya kerja sama dengan Eduardo Pérez, manajemen belum juga menunjuk pengganti definitif.

Untuk sementara, tim ditangani oleh Uston Nawawi sebagai pelatih caretaker. Mantan pemain Persebaya Surabaya ini telah mendampingi tim selama sekitar 30 hari sejak Eduardo Pérez resmi pergi.

Uston mengakui bahwa ia belum melakukan komunikasi dengan manajemen terkait pelatih baru. “Sampai saat ini, saya belum berkomunikasi dengan manajemen tentang hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ujarnya.

Dengan status sementara, Uston memilih untuk fokus pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya. “Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” tambahnya.

Di bawah arahan Uston Nawawi, Persebaya Surabaya memang belum meraih kemenangan. Namun, Green Force juga belum menelan kekalahan selama periode tersebut.

Hingga pekan ke-13 Super League, Persebaya Surabaya menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan total 18 poin dari 13 laga. Performa yang belum konsisten mencerminkan tantangan yang dihadapi tim.

Absennya Uston Nawawi

Fakta pertama datang dari situasi rumit karena Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC tanpa kehadiran Uston Nawawi di pinggir lapangan. Pelatih asal Sidoarjo itu harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Uston menerima kartu kuning saat laga melawan Persija Jakarta menit ke-39 dan Bhayangkara FC menit ke-89. Aturan kompetisi membuatnya harus menepi satu pertandingan.

Regulasi I.League menyebutkan bahwa ofisial yang mengoleksi dua kartu kuning dilarang mendampingi tim satu laga berikutnya. Oleh karena itu, posisi Uston akan digantikan oleh Shin Sang-gyu saat melawan Borneo FC.

Pelatih fisik Persebaya Surabaya itu ditunjuk menjadi caretaker di pinggir lapangan. Pergantian ini membuat Persebaya pincang dari sisi bench. Pengambilan keputusan taktis di tengah laga berpotensi terganggu oleh minimnya pengalaman Shin sebagai pemimpin utama.

Lawan Pemuncak Klasemen

Fakta kedua, lawan yang dihadapi Persebaya bukanlah tim sembarangan. Borneo FC datang ke Surabaya dengan status pemimpin klasemen sementara.

Satu minggu lagi, Persebaya akan menjamu Pesut Etam di Stadion Gelora Bung Tomo. Tekanan otomatis meningkat karena ekspektasi publik tetap tinggi.

Meskipun bermain di kandang memberi keuntungan moral, kondisi internal Persebaya membuat modal tersebut tidak sepenuhnya kuat.

Belum Ada Pelatih Kepala

Fakta ketiga tetap mengarah pada ketidakjelasan nahkoda tim. Hingga kini, manajemen belum memberikan sinyal kapan pelatih kepala baru akan diumumkan.

Ketidakpastian ini membuat arah jangka panjang tim abu-abu. Pemain hanya bisa menyesuaikan diri dengan instruksi sementara.

Persiapan Singkat

Fakta keempat menyangkut waktu persiapan yang sangat terbatas. Bahkan jika pelatih baru diumumkan dalam waktu dekat, perubahan taktik besar dinilai mustahil.

Waktu yang mepet membuat Persebaya Surabaya harus bertahan dengan pola lama. Risiko permainan mudah dibaca lawan pun sulit dihindari.

Situasi pincang ini tak luput dari sorotan Bonek. Suporter menilai Persebaya Surabaya belum memaksimalkan potensi pemain yang ada.

Salah satu Bonek menyoroti pemanfaatan pemain lokal. “Lokalmu optimalkan jol! Kon lho nduwe Alfan Syuaib, ngosek pol arek iku, eman meh dipajang nang bench tok,” ujarnya.

Komentar lain menyentil kualitas pemain asing Persebaya Surabaya. “Pembinaan wis apik nemen. Pemain asing yang di atas standar cuma 2 orang,” ucap seorang Bonek.

Ada pula kritik keras terhadap lambannya manajemen bergerak. “Bener-bener aneh iki klub, padahal enek kesempatan libur beberapa minggu, malah ora ndang-ndang meresmikan pelatih,” kata Bonek lainnya.

Sebagian suporter bahkan mempertanyakan prioritas klub. “Iki sidone balbalan ta pabrik bisnis? Kok admin e yapping terus adol tiket, sponsor, buka store,” tulis seorang Bonek.

Mulai dari bench hingga lapangan, Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC dalam kondisi serba terbatas. Laga ini akhirnya bukan hanya soal tiga poin, tetapi ujian ketahanan dan arah masa depan Green Force.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar