
Film Pendek untuk Penguatan Karakter Siswa
Di era digital seperti sekarang, film bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Melalui cerita, tokoh, serta konflik yang dihadirkan, film mampu menanamkan nilai-nilai moral dan karakter dengan cara yang lebih dekat dengan dunia siswa. Mulai dari semangat pantang menyerah, kejujuran, empati, hingga tanggung jawab, semua dapat dipelajari dari kisah-kisah inspiratif yang disajikan di layar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebagai bagian dari pendidikan karakter, menonton film bersama siswa dapat menjadi sarana refleksi dan diskusi yang bermakna. Berikut ini daftar rekomendasi film pendek untuk penguatan karakter siswa yang tidak hanya sebagai tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi tuntunan untuk membentuk pribadi siswa yang tangguh, berintegritas, dan berempati.
Rekomendasi Film Pendek untuk Penguatan Karakter Siswa
1. Es Krim Terakhir Dari Ayah
Film pendek "Es Krim Terakhir Dari Ayah" produksi MOP Channel Bensurvive Series ini bercerita tentang Rara yang memiliki keinginan membeli es krim. Karena keterbatasan yang dimiliki, sang Ayah tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya. Diam-diam, sang Ayah menabung dari hasil menjual kerupuk. Setelah uang terkumpul, sang Ayah berhasil membelikan es krim yang diinginkan sang anak. Namun, setelah Ayah berhasil membelikan es krim untuk Rara, mimpi buruk Rara pun terjadi.
Film ini dibintangi oleh Patricia Rena yang berperan sebagai Rara dan Farid Ongky yang berperan sebagai Ayah. Cerita ini mengajarkan pentingnya pengorbanan orang tua dan kepedulian anak terhadap keluarga.
2. Mana Janji Ayah?
Film pendek yang diproduseri oleh Eka Gustiwana dan disutradarai oleh Koharo ini berkisah tentang seorang anak yang ingin memiliki kehidupan yang mewah seperti teman-temannya. Sang ayah yang bekerja sebagai sopir bajaj harus bekerja keras dan sampai menjual barang-barang bekas yang dimiliki demi mewujudkan keinginan sang anak. Dalam film "Mana Janji Ayah?" ini, anak tersebut akhirnya menyesal setelah sang ayah kecelakaan setelah berusaha membeli barang-barang yang diinginkan anaknya.
Film ini mengajarkan bahwa keinginan yang tidak terkendali bisa berdampak negatif pada keluarga. Pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak juga menjadi pesan utama dari film ini.
3. Terlambat
Film pendek berjudul "Terlambat" berkisah tentang kegigihan dan perjuangan seorang siswi SMA yang tetap ingin menuntut ilmu dalam situasi sulit sekalipun. Siswi tersebut diceritakan kerap terlambat datang ke sekolah hingga mendapat hukuman. Ternyata alasan yang membuat siswi tersebut sering datang terlambat karena harus merawat sang ibu yang sedang sakit.
Film yang diproduksi oleh Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar ini dibintangi oleh Safannah Kayla dan Jade Thamrin. Cerita ini mengajarkan pentingnya tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga.
4. Surat dari Ibu
Film pendek berjudul "Surat Dari Ibu" bercerita tentang pengorbanan seorang ibu untuk membesarkan anaknya. "Surat dari Ibu" disutradari oleh Achmad Fadhli Rizky, dan diproduseri oleh Candra Hermawan. Film ini memuat pesan bahwa seorang anak tidak boleh lupa diri dan menyakiti hati ibu yang telah berjuang seorang diri untuk merawat dan membesarkannya.
Film ini mengajarkan betapa pentingnya rasa syukur dan penghargaan terhadap pengorbanan orang tua.
Komentar
Kirim Komentar