4 Keunggulan Film Pangku, Layak Raih Penghargaan di FFI 2025!

4 Keunggulan Film Pangku, Layak Raih Penghargaan di FFI 2025!

Dunia hiburan kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang 4 Keunggulan Film Pangku, Layak Raih Penghargaan di FFI 2025! yang menjadi trending. Cek faktanya.

Debut yang Menggemparkan Reza Rahadian dengan Film Pangku

Film Pangku (2025) menjadi debut menyutradarai Reza Rahadian yang luar biasa. Dibantu oleh Felix K. Nesi dalam penulisan naskah, film ini mengisahkan perjuangan seorang pelayan kopi pangku dalam memberikan kehidupan layak bagi anaknya. Sebelum dirilis secara komersial, Pangku lebih dulu dipresentasikan di Marché du Film atau Cannes Film Market 2025 bersama empat proyek film lain yang menjadi pemenang HAF (Hong Kong - Asia Film Finacing Forum) Goes to Cannes ke-23. Pada September 2025, film ini tayang perdana di Busan International Film Festival. Berkompetisi dalam program Vision Asia, Pangku berhasil memenangkan penghargaan KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Film ini juga mencatatkan prestasi dengan 7 nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2025, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik. Tidak heran jika banyak yang bertanya, apa yang membuat Pangku begitu dicintai oleh kritikus? Berikut beberapa kelebihan film Pangku yang patut diketahui!

Menghidupkan Kembali Era Awal 2000-an yang Otentik


Intensi Reza Rahadian dalam menghidupkan kembali era awal 2000-an yang otentik tercermin dari desain produksinya. Dari wilayah pemukiman pesisir yang kumuh hingga bangunan semi permanen yang berjejer di sepanjang jalur Pantura dipersiapkan dengan matang. Perhatian khusus turut diberikan pada dekorasi dan properti paling remeh sekali pun. Mulai dari keberadaan para pedagang dengan gerobak pikulan dan lampu cempornya hingga kaleng biskuit karatan tempat orang dulu menaruh uang mereka. Pangku sukses membuai penontonnya, khususnya mereka yang tumbuh di awal 2000-an dari kalangan menengah ke bawah, menelusuri kembali kenangan masa kecil yang lama terkubur. Jadi, sudah sepatutnya kerja keras Eros Eflin dalam menghadirkan nuansa kehidupan pesisir yang realistis diganjar nominasi Penata Artistik Terbaik di FFI 2025.

Performa Para Aktornya yang Tampil Tanpa Cela


Sunyi dan mendayu adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan Pangku. Bukan tanpa sebab, hampir separuh dari durasi film kita disuguhkan dengan interaksi penuh emosi tanpa banyak dialog. Sebagai aktor, Reza Rahadian paham betul soal bagaimana mengarahkan para aktor dalam membawakan karakter mereka tidak peduli sekecil apa pun perannya. Selain menggunakan dialog sederhana yang berbobot, Reza mengandalkan emosi yang tersirat pada ekspresi wajah dan gerak tubuh karakternya. Pendekatan ini begitu efektif dan menjadikan performa para aktornya yang tanpa cela sebagai nyawa dari film ini. Claresta Taufan dan Christine Hakim mendapatkan nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di FFI 2025 untuk peran mereka sebagai Tika dan Mbok Maya. Gak heran, sih!

Dibingkai Oleh Sinemografi Apik


Bukan tanpa sebab Reza Rahadian mempercayakan visual film Pangku di tangan Teoh Gay Hian. Sinematografer asal Malaysia ini merupakan sosok jenius di balik apiknya visual Kucumbu Tubuh Indahku (2018), The Science of Fictions (2019), dan Yuni (2021). Dalam Pangku, Teoh Gay Hian mengusung pendekatan realis. Untuk membingkai emosi sekaligus menegaskan keterbatasan hidup yang dialami oleh Tika, Hian memilih untuk tidak banyak bereksperimen dengan pergerakan kamera. Penggunaan wide, medium, dan close-up efektif untuk menangkap dinamika emosi dalam satu ruang yang sama. Pemanfaatan cahaya alami turut memperkuat kesan realis dan terasa lebih intim.

Elemen Suara dan Musik yang Memperkuat Narasi


Kerap luput dari sorotan, desain suara memegang peran penting dalam membangun suasana dan memperkuat atmosfer cerita. Dalam Pangku, penata suara Sutrisno dan Akritchalerm Kalayanamitr menggunakan ambience atau suara latar dengan mendetail. Mulai dari deru mesin truk hingga kebisingan dari tempat karaoke tak jauh dari warung kopi tempat Tika bekerja, sangat efektif dalam memberikan konteks wilayah pesisir Pantura. Sementara itu komposer Ricky Lionardi memaksimalkan dampak emosional lewat scoring gubahannya. Dikombinasikan dengan pemilihan lagu seperti Ibu dan Rayuan Perempuan Gila, seluruh elemen berpadu harmonis dengan konflik yang dihadapi Tika sebagai karakter utama.

Saat ini, Pangku sedang tayang di bioskop. Kamu bisa mendukung kelangsungan sinema lokal dengan menonton langsung di bioskop terdekat.

Kesimpulan: Tunggu update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk bagikan berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar