Mengenal Beberapa Spesies Isopoda dari Genus Armadillidium
Isopoda, atau dikenal juga dengan nama kutu kayu dan woodlouse, merupakan salah satu jenis krustasea yang berukuran kecil. Meskipun secara umum dikenal sebagai hewan darat, isopoda memiliki kerabat dekat seperti kepiting, udang, dan lobster. Namun, ciri fisik dan kebiasaan mereka sedikit berbeda dari ketiga hewan tersebut. Salah satu genus yang terkenal adalah Armadillidium, yang terdiri dari berbagai spesies isopoda kecil yang sering ditemukan di dalam kayu, bahkan terkadang masuk ke dalam rumah dan menggerogoti kayu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berikut ini adalah beberapa spesies isopoda dari genus Armadillidium yang menarik untuk diketahui:
1. Kutu Kayu Pil

Salah satu spesies paling umum adalah Armadillidium vulgare atau dikenal sebagai kutu kayu pil. Hewan ini memiliki penyebaran yang sangat luas, mulai dari Afrika, Amerika, Eropa hingga Asia. Habitatnya bervariasi, mulai dari semak-semak, hutan, area pertanian hingga pemukiman. Meski hidup di dalam tanah, ia mampu bertahan di lingkungan yang lebih kering dibandingkan spesies lainnya. Kemampuan ini membuatnya bisa hidup di berbagai daerah dengan suhu berkisar antara -2°C hingga 36°C. Warna tubuhnya hitam dan ukurannya tidak lebih dari 1,8 sentimeter, sehingga mudah bersembunyi dan berkamuflase.
2. Kutu Kayu Pil Usil

Dikenal dengan nama ilmiah Armadillidium nasatum, spesies ini memiliki panjang rata-rata sekitar 1,2 cm dan maksimal mencapai 2,1 cm. Bentuk moncongnya menjadi ciri khas yang membedakannya dari kutu kayu pil. Hewan ini biasanya ditemukan di hutan, semak-semak, dan kebun. Penyebarannya meliputi Eropa, dan saat ini sudah diintroduksi ke Amerika Utara. Ia kerap terlihat di bawah batu, tanah lembap, atau di dalam kayu yang membusuk.
3. Isopoda Zebra

Nama ilmiahnya adalah Armadillidium maculatum. Seperti namanya, isopoda ini memiliki pola garis hitam dan putih yang mirip zebra. Ukurannya sekitar 1,8–2,3 cm, membuatnya menjadi salah satu isopoda mini yang menarik. Menurut laman Insektenliebe, hewan ini cocok dipelihara oleh pemula karena perawatannya mudah dan penampilannya yang unik. Ia merupakan detritivor yang suka memakan kayu, sisa makanan hewan lain, atau material tanaman yang sudah membusuk. Karena itu, ia sering ditemukan di hutan, area lembap, atau di dalam pemukiman.
4. Isopoda Bintik Kuning

Armadillidium gestroi atau isopoda bintik kuning memiliki ciri khas berupa bintik kuning yang mencolok di tubuhnya. Bintik-bintik ini tidak hanya menambah kecantikan, tetapi juga membantu dalam berkamuflase, terutama di semak-semak atau dedaunan kering. Ukurannya cukup besar, yaitu sekitar 2 cm. Perpaduan warna dan coraknya membuat hewan ini sering dipelihara, terutama di terrarium.
5. Isopoda Badut

Nama ilmiahnya adalah Armadillidium klugii. Dengan warna yang sangat mencolok—sisi tubuhnya berwarna jingga, bagian atas dan bawahnya hitam, serta bintik putih di punggung—hewan ini menyerupai badut. Perpaduan warna dan corak ini merupakan strategi pertahanan yang disebut mimikri, di mana isopoda ini meniru ciri fisik laba-laba untuk menghindari predator. Spesies ini dapat ditemukan di Eropa, khususnya di Yunani, Albania, hingga Laut Adriatik. Ia hidup di dataran tinggi, area pesisir, semak-semak, hingga pemukiman.
Di balik tubuh kecilnya, isopoda dari genus Armadillidium menyimpan kemampuan unik dan sifat menarik yang tidak dimiliki oleh hewan lain. Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan mereka. Sebaliknya, kita harus menghargai dan menjaga keberadaan mereka sebagai bagian dari ekosistem alami. Mereka bukan hanya hewan eksotis, tetapi juga makhluk hidup yang layak untuk hidup bersama kita.
Komentar
Kirim Komentar