
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengertian Weton Balungan Sugih dalam Primbon Jawa
Dalam tradisi dan kearifan budaya Jawa, weton bukan hanya sekadar penanda hari lahir seseorang. Weton juga dianggap sebagai cerminan watak, keberuntungan, serta arah rezeki yang akan dialami oleh individu tersebut sepanjang hidupnya. Dari sekian banyak weton yang ada, terdapat beberapa yang dikenal memiliki keistimewaan luar biasa dalam hal kemakmuran dan kewibawaan. Keistimewaan ini dikenal dengan istilah Balungan Sugih.
Balungan Sugih merujuk pada weton yang memiliki rezeki kuat dan kedudukan tinggi dalam perjalanan hidupnya. Berikut adalah enam weton yang termasuk dalam kategori Balungan Sugih menurut Primbon Jawa:
1. Sabtu Pon
Weton Sabtu Pon memiliki neptu sebesar 16, yaitu hasil dari jumlah hari Sabtu (9) dan pasaran Pon (7). Neptu yang besar ini menunjukkan bahwa Sabtu Pon memiliki energi rezeki yang sangat kuat. Pemilik weton ini diyakini akan hidup berkecukupan bahkan kaya raya, meskipun dalam kehidupan sehari-hari seringkali tampak boros.
Di balik itu, Sabtu Pon dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, sabar, mudah beradaptasi, serta ringan tangan dalam membantu orang lain. Karena sifat-sifat ini, mereka sangat disukai dan dihormati oleh lingkungan sekitarnya.
2. Senin Kliwon
Senin Kliwon memiliki neptu sebesar 12, berasal dari hari Senin (4) dan pasaran Kliwon (8). Weton ini dikenal memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan kemampuan menyerap ilmu dengan cepat. Dalam hal rezeki, Senin Kliwon dinaungi lintang Pendaki Puyuh yang melambangkan ketekunan dan keberhasilan bertahap.
Rezeki Senin Kliwon digambarkan mengalir terus-menerus seperti air, serta sering datang melalui kerja keras dan sikap welas asih terhadap sesama. Mereka memiliki potensi untuk sukses jika mampu menjaga semangat dan konsistensi dalam menjalani kehidupan.
3. Rabu Legi
Rabu Legi memiliki neptu sebesar 12, berasal dari hari Rabu (7) dan pasaran Legi (5). Kepribadian Rabu Legi dikenal jujur, menjunjung keadilan, dan membenci kecurangan dalam bentuk apa pun. Rezeki weton ini dipercaya tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga mengalir kepada keluarga dan orang-orang terdekat.
Di usia senja, Rabu Legi diprediksi tetap memiliki kelimpahan rezeki, sehingga digolongkan sebagai raja di antara weton lainnya.
4. Kamis Kliwon
Kamis Kliwon mempunyai neptu sebesar 16, hasil dari hari Kamis (8) dan pasaran Kliwon (8). Weton ini disebut sebagai pemegang segel tenggorok bumi dan cakra mahkota langit, yang melambangkan keseimbangan lahir dan batin.
Sifat sabar, pekerja keras, menepati janji, dan tahan banting menjadi kunci keberhasilan weton ini. Menurut Primbon Jawa, rezeki Kamis Kliwon cenderung stabil dan meningkat pesat jika dijalani dengan ketekunan, bahkan mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh keluarganya.
5. Selasa Pahing
Selasa Pahing memiliki neptu sebesar 12, berasal dari hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Weton ini dinaungi lintang Yuyu yang melambangkan pendirian kuat dan semangat juang tinggi.
Pemilik weton Selasa Pahing dikenal rajin bekerja, bercita-cita besar, dan gemar menolong sesama. Energi lintang Yuyu diyakini memudahkan jalan rezekinya, sehingga weton ini mampu mengumpulkan kekayaan secara bertahap namun pasti.
6. Selasa Legi
Weton Selasa Legi memiliki jumlah neptu sebesar 8, berasal dari hari Selasa (3) dan pasaran Legi (5). Meski neptunya terbilang kecil, weton ini berada di bawah naungan lintang Kuda yang melambangkan kekuatan dan kecepatan rezeki.
Selasa Legi dikenal gemar membantu dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Sikap inilah yang dipercaya menjadi magnet rezeki, menjadikan weton ini tetap kaya raya dan terhindar dari kesulitan hidup yang berarti.
Kesimpulan
Itulah enam weton yang disebut Balungan Sugih, yakni weton dengan potensi rezeki besar dan kedudukan tinggi menurut Primbon Jawa. Setiap weton memiliki kelebihan dan jalan rezekinya masing-masing yang dipengaruhi oleh watak serta usaha pribadi.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa semua ini hanyalah sebatas ramalan dan warisan kearifan budaya. Rezeki sejatinya tetap berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa, sehingga sikap bijak, kerja keras, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan.
Komentar
Kirim Komentar