Benda-Benda Sehari-Hari yang Tidak Aman untuk Dimainkan Bayi
Bayi memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap segala hal di sekitarnya. Apa pun yang menarik perhatian mereka, seperti kunci, ponsel, atau remote TV, bisa langsung mereka pegang dan mainkan. Bagi orang tua, hal ini mungkin terlihat biasa, terutama jika benda tersebut membuat bayi tenang sejenak. Namun, tahukah Mama bahwa tidak semua benda di rumah aman untuk dimainkan oleh si Kecil?
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Beberapa benda yang biasa digunakan orang dewasa justru berisiko mengancam keselamatan bayi. Mulai dari risiko tersedak hingga paparan bahan kimia berbahaya, semua bisa terjadi tanpa disadari. Berikut ini adalah beberapa benda sehari-hari yang sebaiknya tidak dijadikan mainan bayi:
- Kunci

Bentuknya yang berkilau dan suara dentingnya memang menarik perhatian bayi. Namun, kunci logam bukan benda yang aman untuk dimainkan. Menurut ahli, sebagian besar kunci terbuat dari kuningan yang bisa mengandung timbal dalam jumlah kecil. Jika terpapar terus-menerus, zat ini berisiko mengganggu perkembangan saraf bayi. Selain itu, bila bayi menggigit atau memasukkan kunci ke mulut lalu terjatuh, mulut atau giginya bisa terluka.
Sebagai alternatif, Mama bisa memberikan mainan kunci plastik atau stainless steel khusus bayi yang sudah teruji bebas bahan berbahaya. Mainan jenis ini tetap memiliki bentuk menarik, tapi jauh lebih aman untuk dipegang maupun digigit oleh si Kecil.
- Remote TV

Karena sering melihat orang dewasa menggunakan remote, wajar jika bayi merasa penasaran dan ingin memainkannya juga. Namun, remote TV termasuk benda yang sangat berisiko. Di dalamnya terdapat baterai kecil yang bisa berbahaya bila tertelan. Bagian tombol atau pelapisnya juga mudah lepas dan dapat menjadi penyebab tersedak.
Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP), benda dengan baterai kancing seperti remote, jam tangan, atau timbangan mini sebaiknya selalu dijauhkan dari bayi. Daripada membiarkan si Kecil bermain dengan remote sungguhan, Mama bisa memilih mainan berbentuk remote yang aman untuk bayi dan tidak mengandung komponen kecil.
- Tablet dan iPad

Memberikan bayi gadget seperti tablet mungkin terasa praktis, apalagi saat Mama ingin membuatnya tenang sejenak. Namun, AAP menyarankan agar bayi di bawah usia 18 bulan tidak terpapar layar digital apa pun, kecuali untuk video call. Paparan layar berlebihan bisa mengganggu perkembangan bahasa, interaksi sosial, dan waktu tidur bayi.
Selain itu, tablet memiliki komponen berbahaya seperti kaca dan baterai yang bisa bocor jika digigit atau dijatuhkan. Sebaiknya ganti dengan mainan interaktif non-digital, seperti balok warna, buku kain, atau mainan sensorik. Aktivitas sederhana seperti ini justru membantu bayi belajar lebih banyak melalui sentuhan dan interaksi nyata.
- Ponsel

Ponsel mungkin jadi benda yang paling sering direbut bayi karena mereka sering melihat orangtuanya memegangnya. Tapi hati-hati, ponsel mengandung banyak kuman dan bakteri. Beberapa penelitian bahkan menemukan adanya bakteri E. coli pada permukaan ponsel! Selain itu, bagian kecil seperti tombol atau casing longgar bisa menjadi bahaya tersendiri jika tertelan.
Tak hanya itu, kabel charger juga bisa menimbulkan risiko tersetrum atau terjerat. Untuk mengalihkan perhatian bayi, Mama bisa memberikan mainan berbentuk ponsel yang lebih ringan, lucu, dan tentu saja aman untuk digigit.
- Koin

Bentuknya kecil dan mengilap, tapi justru inilah yang membuat koin berbahaya. Jika bayi memasukkannya ke mulut, koin bisa menyumbat saluran napas atau pencernaan. Dalam beberapa kasus, benda kecil seperti ini bahkan membutuhkan tindakan medis darurat untuk mengeluarkannya.
Agar lebih aman, Mama bisa menyimpan koin di tempat tertutup dan tidak membiarkan uang receh berserakan di rumah atau mobil. Bayi memang senang bereksplorasi, tapi keamanan tetap harus jadi prioritas utama.
- Pulpen, spidol, dan krayon

Saat melihat Mama menulis, bayi sering kali ingin ikut-ikutan. Tapi hati-hati, pulpen, spidol, atau krayon bukan mainan yang aman untuk mereka. Walau sebagian besar produk tersebut berlabel non-toxic, tetap ada risiko bayi menusuk diri sendiri dengan ujungnya atau menelan bagian kecil seperti tutup pena.
Selain membahayakan, coretan dari alat tulis juga bisa berakhir di dinding atau lantai rumah. Sebaiknya tunggu hingga anak berusia balita sebelum memperkenalkan alat gambar, dan pastikan Mama selalu mendampingi. Pilih alat tulis yang bisa dicuci dengan mudah dan khusus untuk anak-anak.
- Tisu basah

Tisu basah sering menjadi sasaran bayi saat sedang diganti popok. Karena teksturnya lembut, bayi kerap menarik dan memasukkannya ke mulut. Namun, hal ini berbahaya karena tisu basah mengandung bahan kimia pembersih yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan jika tertelan.
Selain itu, potongan tisu yang terlepas bisa menempel di tenggorokan dan menyebabkan tersedak. Untuk menghindarinya, Mama bisa menyiapkan mainan teether atau rattle untuk mengalihkan perhatian bayi selama proses mengganti popok.
Menjaga bayi tetap aman tidak hanya tentang memberikan mainan yang menarik, tapi juga memahami apa saja benda yang berpotensi membahayakan. Dari kunci hingga tisu basah, setiap benda yang tampak sepele bisa membawa risiko besar bila tidak diawasi dengan baik. Itulah berbagai benda sehari-hari yang sebaiknya tidak dijadikan mainan bayi. Mulai sekarang, pastikan Mama lebih selektif dalam memilih benda yang boleh disentuh atau dimainkan oleh si Kecil, ya!
Komentar
Kirim Komentar